The news is by your side.

2 ABK Dituntut Setahun karena Potong Penyu untuk Ritual

0

Oleh: Ari   |

Balicitizen.com, Denpasar – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua anak buah kapal (ABK) dengan hukuman 12 bulan penjara lantaran memotong penyu untuk upacara perahu atau ritual perahu mereka.

Kedua ABK yang dituntut masing-masing Syahirudin alias Sahir (34) dan Firman Hardiansyah (33) selama 12 bulan penjara.

“Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, secara bersama-sama melakukan tindak pidana yaitu menangkap dan membunuh hewan dilindungi dalam keadaan hidup,” kata Jaksa Ni Made Suasti.

Kata dia hal itu melanggar sebagaimana disebutkan dalam Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPdalam dakwaan pertama.

Jaksa dari Kejari Denpasar ini tidak hanya menuntut kedua ABK ini pidana penjara selama 1 tahun. JPU juga menuntut keduanya denda sebesar Rp1 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Dalam penjelasan Jaksa, kedua ABK bersama para ABK lainnya akan melangsungkan upacara tradisi Sumba untuk perahu baru. Keduanyapun mencari Penyu sebagai hewan kurban untuk upacara.

Diputuskan oleh keduanya untuk memburu penyu pada Senin, 29 April 2019 pukul 01.00 Wita berangkat dari perairan Nusa Dua hingga ke wilayah Serangan, Denpasar selatan. Hingga pukul 05.30 Wita mendapatkan dua ekor penyu dengan cara menyelam.

“Oleh kedua terdakwa, hewan langka itu di potong di atas perhau dan dagingnya dimasukkan dalan satu karung. Saat ditimbang beratnya mencapai 17 kilo gram,” sebut Jaksa.

Kedua terdakwa diamankan petugas Polairud Polda Bali. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.