The news is by your side.

21 Desa di Bali Kekurangan Air Bersih

0

Oleh: Rosid  |

Balicitizen.com, Denpasar – Musim kemarau yang panjang mengakibatkan sejumlah sumber mata air menyusut. Bahkan hingga kini Bali sebagian besar belum terguyur hujan. Tercatat sebanyak 4.500 kepala keluarga (KK) dair 21 desa di Bali terdampak kekurangan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin menjelaskan Bali masuk wilayah yang mengalami hari tanpa hujan terlama, yakni ada yang sampai lebih dari 80 hari untuk wilayah tertentu. Wilayah yang mengalami kekeringan adalah dua Kabupaten yakni Karangasem dan Buleleng.

“Faktor pertama karena Bali salah satu provinsi yang mengalami hari tanpa hujan terlama di Indonesia. Ini sudah memasuki hari ke 91, BMKG memprediksi sampai Agustus mendatang,” kata dia, Senin (15/7).

Faktor lainnya adalah kontur tanah di dua Kabupaten di atas sebagian besar masih tandus. Artinya mereka sangat bergantung pada air hujan dan sumber mata air. Sayangnya, untuk sumber mata air kini disebut mengecil karena disinyalir adanya penebangan pohon secara liar.

“Di sisi lain sumber mata air sudah mengalami pengurangan dan penipisan karena pembabatan dan penebangan pohon sehingga di musim kemarau terjadi kekeringan,” kata Rentin.

“Masyarakat di sana juga hanya beberapa yang memiliki PDAM dan itu pun dapat air 1 minggu sekali dan kadang 2 minggu sekali,” imbuh Rentin.

Data BPBD Bali, Desa yang alami kekeringan di Kabupaten Buleleng yakni Desa Tembok, Desa Sambirenteng, Desa Pacung, Desa Sembiran dan Desa Penuktukan, Bukit, Bengkala, Selat, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, Sidatapa, Tampakan, Kaliasem, Pangkung Patuk, Banyu Poh dan Desa Pelapuan.

Sedangkan, di Kabupaten Karangasem adalah Desa Nawa Kerthi,Pidpid, Dukuh dan Desa Menanga. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.