The news is by your side.

4 Mahasiswa Ini Berhasil Singkirkan Ratusan Peserta Kompetisi Esai Nasional

0

Oleh: Riki  Z |

Balicitizen.com, Denpasar – Sebanyak 165 peserta mendaftarkan karya tulis merekan untuk bisa lolos dalam Writing Competition Beasiswa Djarum 2019. Dari jumlah peserta itu terpilih 4 nama mahasiswa yang lolos ke tahap selanjutnya dengan karya tulis andalan mereka.

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad, menuturkan, Writing Competition merupakan sarana dan wahana bagi Beswan Djarum untuk berani berpikir kritis terhadap permasalahan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Kemudian mereka ditantang untuk memberikan kontribusi positif sebagai solusi dan menuangkan gagasannya dalam bentuk esai.

“Writing Competition merupakan salah satu upaya mempersiapkan Beswan Djarum sebagai pemimpin masa depan, yang tidak hanya cerdas dan berkarakter kuat, tetapi juga kritis dan kreatif dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya,” kata Primadi, kemarin.

Writing Competition mengusung dua kategori karya tulis yaitu di bidang Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial serta kategori kedua yakni Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).  Proses seleksi yang diikuti para Beswan Djarum dibagi dalam dua tahap, di mana tahap pertama merupakan final regional yang diadakan di empat kota yakni Bandung, Jakarta, Semarang dan Surabaya. Di setiap final regional, akan dipilih dua pemenang dari tiap-tiap kategori yang akan meraih tiket untuk beradu gagasan di Final Nasional Writing Competition yang akan diadakan di Yogyakarta pada 21-22 Mei 2019.

Primadi juga menjelaskan, tahun ini animo para Beswan Djarum untuk mengikuti Writing Competition terbilang cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tercatat, 165 Beswan Djarum mendaftarkan karya tulis mereka. “Djarum Foundation sangat bangga dengan meningkatnya jumlah Beswan Djarum yang mengikuti kompetisi ini. Hal ini bisa berarti, bahwa semakin banyak Beswan Djarum memiliki pemikiran yang kreatif, inovatif dan orisinal, dan tentunya bersedia memberikan sumbangan pemikiran atas berbagai masalah terkini yang ada di masyarakat dan mereka mampu menawarkan solusinya,” jelas Primadi.

Untuk Final Regional Surabaya, dari 59 peserta yang ikut dalam kompetisi ini, terdapat sepuluh finalis yang akan diseleksi oleh tiga juri yang terdiri dari akademisi, jurnalis hingga praktisi bisnis.

Setelah sepuluh finalis mempresentasikan karya tulis mereka, dewan juri mengumumkan nama-nama Beswan Djarum yang terpilih sebagai Juara Regional Surabaya. Sempat berdiskusi lama, akhirnya dewan juri memutuskan empat nama yang mewakili Kota Pahlawan ini. Dari kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dua Beswan Djarum yang berhasil menyabet gelar juara regional adalah Sudarlin, mahasiswa Universitas Halu Oleo jurusan Kimia dan Reza Aprilia Arshanty, mahasiswi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya jurusan Teknik Informatika.

Kategori Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial, dua Beswan Djarum yang meraih juara adalah Terannisa Nabilah Balqis, mahasiswi jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November dan Widya Wijaya Kusuma Putri, mahasiswi Universitas Surabaya jurusan Psikologi. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.