The news is by your side.

48 Warga di Bali Ditipu Calo CPNS

0

Oleh: Rosid  |

Mereka menanyakan status kepegawaiannya dengan membawa atribut lengkap, yakni undangan, tanda pengenal, dan peralatan tulis.

Balicitizen.com, Denpasar – Sebanyak 48 warga mengaku tertipu dalam  seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Aksi dugaan penipuan ini dilakukan oleh calo CPNS.

Dugaan penipuan tersebut terungkap setelah pada Senin (25/3) lalu, 48 orang mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali. Mereka menanyakan status kepegawaiannya dengan membawa atribut lengkap, yakni undangan, tanda pengenal, dan peralatan tulis.

“Terkait dengan masalah 48 itu terjadi pada Minggu yang lalu tepatnya tanggal 25 Maret. Ada beberapa orang yang calon tertipu itu datang ke kantor BKD dengan membawa surat pengantar dan lengkap dengan atributnya dan semua itu adalah palsu,” kata Kepala BKD Bali, Ketut Lihadyana, Rabu (3/4) di Denpasar.

Dengan semua atribut yang berlogo BKD tersebut membuat Lihadyana merasa menjadi korban. Pasalnya, institusi yang dipimpinnya dicatut dan digunakan untuk penipuan.

“Oleh karena itu Pemprov Bali khususnya BKD Provinsi Bali merasa pada pihak yang dirugikan. Menjadi korban atas ini,” ungkapnya. 

Ia menjelaskan, hingga saat ini prosea seleksi CPNS di lingkungan Pemprov Bali sudah sampai di tahap pemberkasan di BKN. Pada periode pendaftaran CPNS Oktober 2018, Bali mendapatkan formasi 818 dengan jumlah pelamar 12.000. 

“Yang lulus administrasi 10.000 dari lulus administrasi pada bulan November itu seleksi kemampuan teknis Dasar SKD. Setelah itu Desember ada Tes Kemampuan Bidang (SKB),”kata dia. 

Namun, yangblulus hingga proses akhir jumlahnya 774 dari 818 formasi yang dibutuhkan. 

Menurutnya, proses seleksi CPNS tahun ini sudah sangat transparan dan kecil kemungkinan ada kecurangan. Sehingga, ia menyayangkan masih saja ada warga yang menjadi korban penipuan CPNS.

“Dalam proses seleksi CPNS ini tidak ada yang setransparan tahun ini. Karena pada saat proses itu berlangsung masyarakat bisa melihat proses itu dan pada proses yang berlangsung itu juga yang bersangkutan ikut tes dan masyarakat bisa melihat hari itu juga bisa tau berapa yang lulus atau tidak,” kata dia. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.