The news is by your side.

5 WNI Hilang di Perairan Taiwan, Reruntuhan Kapal Ditemukan Penjaga Pantai

0

Oleh: Urba Adiwijaya  |

Balicitizen.com, Jakarta – Penjaga pantai (coast guard) Taiwan dan Jepang menemukan reruntuhan yang diduga kuat adalah kapal ikan yang hilang pada 7 Agustus lalu. Lima warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) berbendera Taiwan CT4-1103, dilaporkan hilang.

“Hingga saat ini, para ABK WNI belum ditemukan. Upaya SAR terkendala dengan adanya Badai Lekima,” kata Pelaksana harian (Plh) Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha, melalui pesan singkat, Minggu (11/8) seperti dikutip dari indonesiainside.id.

Direktorat Perlindungan WNI Kemlu telah menghubungi para keluarga ABK dan akan terus melaporkan perkembangan terakhir. Lima ABK WNI dan seorang kapten kapal asal Taiwan dinyatakan hilang di laut setelah sebuah kapal terbalik ditemukan di perairan dekat Kepulauan Diaoyutai oleh penjaga pantai Taiwan, Rabu (7/8) lalu.

Kapal Chuan Yi Tsai Nomor 1 meninggalkan Pelabuhan Wushi di Yilan, Taiwan timur laut pada 2 Agustus, menuju perairan lepas pantai timur Taiwan. Kapal itu semula dijadwalkan kembali pada 4 Agustus, tetapi sudah tidak ada kontak sejak pukul 01.00 malam pada hari yang sama.

Lokasi terakhir kapal yang diketahui adalah 19 mil laut di sebelah timur Suao Township, Yilan. Coast Guard Administration (CGA) Taiwan dan rekan-rekan Jepang mereka mengirim kapal dan helikopter untuk mencari kapal yang hilang.

Setelah menerima informasi dari penjaga pantai Jepang, kapal patroli CGA menemukan sebuah kapal penangkap ikan terbalik dua dan mengambang di perairan dekat Kepulauan Diaoyutai sekitar pukul 07.00 pagi Rabu lalu.

Meskipun kapal patroli tidak dapat mengonfirmasi apakah kapal terbalik itu adalah Chuan Yi Tsai No 1, karena visibilitas yang buruk, namun sebuah jaket pelampung dengan nama kapal dalam karakter tradisional Cina ditemukan di tempat kejadian. Kapal CGA kala itu harus meninggalkan tempat karena angin kencang dan laut yang bergejolak, seiring Badai Lekima yang mendekat.

Misi pencarian dan penyelamatan akan dilanjutkan segera setelah cuaca memungkinkan, kata CGA seperti dilaporkan CNA. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.