The news is by your side.

733 Mahasiswa Diamankan di Markas Brimob Usai Aksi Rusuh

0

Oleh: Azhar AP  |

Balicitizen.com, Jayapura – Sebanyak 733 mahasiswa saat ini diamankan setelah pemulangan pendemo yang berakhir rusuh di kawasan Expo Waena Papua yang terjadi Senin (23/9). Ratusan mahasiswa itu saat ini diamankan di Markas Brimob Polda Papua

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan. Polisi menyelidiki secara pasti apa peran mereka dalam insiden yang menewaskan satu anggota TNI-TNI dan enam anggota brimob terluka parah.

Ketika ditanya apakah dari 733 yang diamankan seluruhnya mahasiswa, Kamal mengaku belum mengetahui dengan pasti karena masih diselidiki penyidik.

“Dari pemeriksaan tersebut baru diketahui status mereka apakah mahasiswa murni atau bukan,” kata Kamal seraya menambahkan, aksi yang dilakukan para pendemo di luar perkiraan.

Karena pada awalnya petugas memprediksi pemulangan mereka dari halaman Uncen berlangsung aman.

“Awalnya memang aman namun saat pendemo diturunkan di sekitar jembatan expo, Waena, tiba tiba mereka menyerang aparat keamanan dan brimob yang bertugas pengamanan di kawasan itu,” kata Kombes Kamal menjelaskan.

Sebelumnya, Komando Distrik Militer (Kodim) 1702 Jayawijaya mencatat 16 warga sipil menjadi korban tewas dalam kerusuhan dan bentrok yang terjadi pada Senin (23/9).

Komandan Kodim 1702 Jayawijaya, Letkol Inf Candra Diyanto menyebut, 16 orang warga sipil yang tewas dalam kerusuhan berasal dari warga asli Papua dan non-Papua. Selain menyebabkan korban tewas, kerusuhan juga menimbulkan 65 warga mengalami luka-luka.

“Korban luka 65 orang, sedangkan korban meninggal ada 16 orang. Korban meninggal campur dari pendatang (non-Papua) dan pribumi (asli Papua),” papar Candra saat dihubungi dari Jayapura, Senin malam.

Menurut dia, rata-rata korban kerusuhan di Wamena merupakan warga sipil. Sementara untuk korban dari aparat keamanan, Candra menyebut tidak ada. “Semua warga sipil, anggota nggak ada,” terangnya.

Candra menyarakan, secara umum situasi di Kota Wamena kondusif. Namun, pihaknya masih berjaga – jaga untuk mengantisipasi demonstrasi susulan maupun serangan fajar, pada Selasa (24/9).  “Kami masih berjaga-jaga standby 24 jam, semua objek vital kita amankan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan,  Demonstrasi tolak rasisme ratusan pelajar yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/9) berlangsung anarkis. Sejumlah bangunan dan fasilitas umum dirusak massa. Bahkan, Kantor Bupati Jayawijaya turut terkena imbas. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.