The news is by your side.

8 Kader PDIP di Bali Kehilangan Jabatan di Dewan

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – 

Sebanyak delapan kader PDI Perjuangan yang tersebar di empat kabupaten di Bali, yakni Tabanan, Gianyar,  Bangli dan Jembrana, dicopot dari jabatannya di Fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD setempat. DPD PDI perjuangan Provinsi Bali telah memerintahkan DPC PDI Perjuangan dari empat kabupaten tersebut untuk memberhentikan kader tersebut dari jabatannya di fraksi dan AKD.

Mereka diberhentikan karena membolos saat Rakernas PDI perjuangan di Jakarta beberapa hari lalu. “DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali memerintahkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, Kabupaten Bangli, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Jembrana untuk memberhentikan kader partai sebanyak delapan orang, dari jabatannya di Fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan. Para kader tersebut diberhentikan karena melakukan tindakan tidak disiplin, meninggalkan acara yang sedang berlangsung, pada saat mengikuti Rakernas PDI Perjuangan tanggal 10-12 Januari 2020 di Kemayoran Jakarta,” kata Ketua DPD PDI perjuangan Provinsi Bali dalam siaran persnya, Kamis (16/1).

Mereka yang mendapat sanksi partai tersebut adalah Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan I Wayan Widnyana, Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan I Made Suardika, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Tabanan I Wayan Sudiana, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan I Made Edi Wirawan,

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan I Made Suarta, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangli I Ketut Suastika, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Jembrana H. Adrimin, dan Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Gianyar I Ketut Sudiasa.

Selain memberhentikan delapan orang kader tersebut, PDI Perjuangan juga memberi peringatan keras kepada seorang kader atas nama I Gede Purnawan, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan.

Koster mengatakan, pemberian sanksi tersebut untuk memberi pelajaran bagi kader lainnya. “Pemberian sanksi secara tegas berupa pemberhentian tersebut sekaligus sebagai pembelajaran bagi kader lain untuk menegakkan wibawa partai dan membangun disiplin serta budaya yang tinggi di Partai dalam rangka memperkokoh partai bergerak dengan dinamis menjadi partai pelopor,” pungkas Koster. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.