BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

LHC Persempit Ruang bagi Teori Lubang Hitam Kuantum

LHC Persempit Ruang bagi Teori Lubang Hitam Kuantum

Eksperimen terbaru di Large Hadron Collider (LHC) belum menemukan bukti keberadaan lubang hitam kuantum mikroskopis. Meski demikian, hasil tersebut membantu para fisikawan memperketat batas terhadap sejumlah teori mengenai dimensi tambahan dan gravitasi kuantum, sekaligus mempersempit kemungkinan kondisi tempat fenomena tersebut dapat muncul.

Pencarian Lubang Hitam Mikroskopis di LHC

Para fisikawan dari UC Santa Barbara memperluas pencarian lubang hitam mikroskopis menggunakan Large Hadron Collider di European Center for Nuclear Research (CERN).

Lubang hitam hipotetis ini diperkirakan memiliki ukuran yang luar biasa kecil dan hanya bertahan dalam waktu sangat singkat. Jika dapat dihasilkan melalui tumbukan partikel berenergi tinggi di LHC, keberadaannya berpotensi membantu ilmuwan menjawab sejumlah pertanyaan mendasar mengenai ruang-waktu dan gravitasi.

Penelitian tersebut juga memberi kesempatan kepada para ilmuwan untuk menguji teknik baru dalam mendeteksi partikel langka yang sebelumnya belum diketahui.

“Had we found evidence, we could have begun to directly study quantum gravity,” kata Tamas Vami, peneliti dalam eksperimen Compact Muon Solenoid (CMS) yang menjalani penelitian pascadoktoral di bawah bimbingan profesor fisika UCSB Joe Incandela.

“It’s a step toward unifying all of the known fundamental forces, which has been a goal of physicists for more than a century.”

Tidak Ada Deteksi, tetapi Tetap Menghasilkan Pengetahuan

Pencarian tersebut tidak menemukan bukti keberadaan lubang hitam kuantum. Namun, dalam fisika partikel, kegagalan mendeteksi suatu fenomena tidak berarti eksperimen tidak menghasilkan informasi penting.

Sebaliknya, ketiadaan sinyal dapat digunakan untuk menentukan kondisi tertentu di mana sebuah partikel atau fenomena tidak mungkin berada. Dengan cara ini, para ilmuwan dapat mengeliminasi sebagian kemungkinan teoretis dan mempersempit ruang pencarian untuk eksperimen berikutnya.

READ  CDC mengeluarkan peringatan kesehatan mengenai infeksi flu burung

“It’s not a dead-end,” kata Danyi Zhang, peneliti mahasiswa pascasarjana di Incandela Lab.

“The result is an exclusion limit, which is a real, publishable statement: ‘If this thing existed with these properties, we’d have seen it. We didn’t, so we can rule it out here.’ That’s genuine knowledge about how the universe works.”

Mengapa Ketiadaan Lubang Hitam Tetap Penting

Salah satu persoalan besar dalam fisika fundamental adalah perbedaan yang sangat besar antara skala alam semesta yang dialami manusia dan skala Planck, yaitu skala energi fundamental yang berkaitan dengan gravitasi kuantum.

Sejumlah fisikawan mengusulkan bahwa fisika baru atau simetri yang belum ditemukan dapat menjelaskan perbedaan tersebut. Beberapa teori memperkirakan bahwa efek dari fenomena itu mungkin muncul pada tingkat energi yang dapat dicapai LHC.

Dalam sejumlah model, keberadaan dimensi tambahan juga dapat memengaruhi bagaimana gravitasi bekerja pada skala yang sangat kecil. Karena itu, pencarian lubang hitam mikroskopis menjadi salah satu cara untuk menguji kemungkinan tersebut secara eksperimental.

Hasil Negatif Mempersempit Kemungkinan Fisika Baru

Eksperimen selama bertahun-tahun telah menyingkirkan berbagai kemungkinan teoretis. Hingga kini, belum ditemukannya tanda yang jelas mengenai fisika baru di LHC menjadi tantangan penting bagi para peneliti yang berusaha memahami struktur fundamental alam semesta.

Namun, situasi seperti ini bukan hal baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam sejarah fisika, periode ketika teori yang tersedia kesulitan menjelaskan hasil pengamatan terkadang membuka jalan bagi munculnya kerangka pemikiran baru, termasuk teori relativitas Einstein.

Karena itu, hasil tanpa deteksi tetap memiliki peran penting dalam kemajuan penelitian. Setiap batas baru membantu mengurangi jumlah kemungkinan yang masih dapat dipertahankan sekaligus memberikan petunjuk mengenai wilayah energi atau parameter yang perlu diperiksa pada eksperimen berikutnya.

READ  Wabah cacar: Negara-negara Afrika mengatakan larangan bepergian tidak adil karena WHO mengumumkan darurat kesehatan global

Pencarian terbaru di LHC memang belum menghasilkan bukti lubang hitam kuantum. Namun, dengan memperketat batas terhadap kemungkinan keberadaannya, penelitian tersebut memberikan informasi baru mengenai gravitasi kuantum, dimensi tambahan, dan arah pencarian fisika fundamental pada masa mendatang.