The news is by your side.

Ada 9 Juta Ponsel di Indonesia Ilegal, Bagaimana Ponsel Anda?

0

Oleh: Eko P  |

Balicitizen.com, Jakarta — Ponsel ilegal di Indonesia jumlahnya diperkirakan mencapai 9 juta ponsel pintar. Ponsel pintar tersebut didapatkan melalui pasar yang lazim disebut black market (BM). Lalu bagaimana dengan ponsel Anda dari mana Anda beli?

Ponsel tersebut terdeteksi dari nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang tidak terdaftar di lembaga berwenang, Kemenkominfo dan Kementerian Perdagangan.

“Jika dalam setahun ada 45 juta unit ponsel pintar yang terjual di Indonesia, berarti sekitar 9 juta di antaranya adalah ponsel ilegal dengan nomor IMEI tak teregistrasi,” menurut Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) dalam siaran persnya, Senin (8/7).

Ini setara 20 persen dari jumlah ponsel pintar yang beredar di Indonesia, masuk ke negara ini tanpa melalui registrasi dan sertifikasi dari pihak berwenang. Perkiraan APSI, potensi nilai pajak yang hilang dari penjualan ponsel pintar secara ilegal di Indonesia mencapai Rp2,8 triliun per tahun.

Director Government Affairs Qualcomm International Nies Purwati menjelaskan, masih tingginya peredaran ponsel pintar ilegal di Indonesia didorong oleh sejumlah faktor.

Diterapkannya sistem DIRBS (Device Identification, Registration, and Blocking System) untuk pengendalian IMEI. Hal tersebut memicu peredaran ponsel black market yang tujuan awalnya ke negara lain, beralih ke Indonesia.

Ada juga ponsel ilegal yang bersumber dari dalam negeri, baik perakitan maupun penjualannya, baik melalui media sosial maupun dijual via toko online.

“Untuk Indonesia, kategori ponsel ilegal ditambah lagi, illegal smuggling, ponsel BM (black market),” ujar dia.

Beberapa kategori yang membuat ponsel pintar dikatakan ilegal menurut GSMA adalah IMEI tidak sesuai format, IMEI tidak valid, adanya penggandaan IMEI, penyalahgunaan IMEI dan penggunaan IMEI sementara.

Kode IMEI terdiri dari 14 hingga 16 digit. Nomor IMEI ini bukan semata untuk keperluan dagang, dan untuk mengetahui tipe ponsel, tapi juga untuk keamanan ponsel yang dipakai.

Nomor IMEI juga dapat dicek dengan mengetik *#06# dan ketuk tombol menelepon.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Perdagangan akan membuat regulasi terkait validasi IMEI dengan sistem DIRBS atau Sistem Informasi Registrasi Identifikasi Nasional (SIRINA) dalam upaya mengendalikan peredaran ponsel ilegal melalui kontrol IMEI.

Aturan yang diterapkan untuk pengendalian database nomor identitas asli ponsel (IMEI) akan ditetapkan pada 17 Agustus 2019.

Pemblokiran akan diterapkan dengan memanfaatkan teknologi Device Identification Registration and Blocking System (DIRBS) yang dikembangkan Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Qualcomm.

DIRBS secara otomatis akan mendeteksi setiap nomor IMEI dengan operatornya, statusnya seperti apa. Jika didapati nomor IMEI-nya terdaftar maka ponsel tersebut bisa tetap terkoneksi jaringan dan jika tidak maka akan dimatikan. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.