The news is by your side.

Ada Sinyal Satu Partai Oposisi Bakal Merapat ke Jokowi

0

Oleh: Mujahir  |

Balicitizen.com, Jakarta – Saat ini komposisi partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin masih di angka 60-an persen. Agar pemerintahan kuat, maka harus ada satu lagi partai yang tergabung, sehingga komposisi kekyatan pemerintah 70-an persen. Satu partai yang diajak gabung tentunya dari partai yang periode lalu oposisi.

Sekjen PPP, Arsul Sani, mengatakan, tidak menutup kemungkinan koalisi pemerintah akan membuka pintu bagi parpol pendukung Prabowo-Sandi untuk bergabung. Namun, dia menyebut tidak semua parpol bisa diajak, hanya satu partai saja.

“Kalau perlu nambah kemudian sudah disepakati nambahnya, siapa yang akan diajak, karena tentu tidak semua bisa diajak,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/7).

Dia menjelaskan, dalam negara demokrasi harus ada yang bertindak oposisi sebagai pengawal kebijakan pemerintah. Atas dasar itu, Arsul tak ingin membuka pintu lebar-lebar untuk semua parpol pengusung Prabowo-Sandi.

“Kalau nambahnya banyak kan siapa yang melakukan fungsi check and balances di parlemen. Kan tidak bagus juga untuk demokrasi kita,” ujar Arsul.

Sebenarnya, jika melihat komposisi calon anggota legislatif yang lolos ke Parlemen, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sudah mendominasi dengan 60,7 persen. Hanya saja, menurut Arsul, kuantitas suara yang telah dimiliki KIK harus dihitung kembali, apakah sudah kuat mendukung pemerintah atau belum.

Jika belum, maka kemungkinan satu parpol oposisi akan dibukakan pintu sehingga kekuatan di Parlemen mencapai 70%. Meski begitu, Arsul tidak menyebut parpol yang diberi peluang, apakah PAN, Demokrat, atau Gerindra.

“Kira-kira yang penting gini loh, jadi kalau nambah satu (partai) mungkin sudah 70 persen atau bahkan 75,” kata Arsul.

Namun, sejauh ini belum ada pembahasan dalam internal KIK menganai kemungkinan ada partai pendukung Prabowo-Sandi yang ikut dalam koalisi pemerintah. Sehingga ajakan itu masih bersifat abu-abu alias belum pasti.

“Jadi saya tidak ingin mengatakan pasti nambahnya itu belum. Tapi PPP posisinya kalaupun nambah menurut hemat PPP satu. Tapi kalau di Koalisi Indonesia Kerja cukup gak usah nambah ya kita menghormati,” kata Arsul. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.