The news is by your side.

Agoes Dhewa, Puisi, dan Kenangan-Kenangan Itu

0

Oleh: Nugraha   |

Baliciitzen.com, Semarang – Sebelum membaca puisi, KH A Musthofa Bisri meminta para hadirin yang beragama Islam untuk membaca Al Fathihah. Surat itu dikirimkan untuk sahabatnya Agoes Dhewa yang meninggal beberapa waktu lalu.

Itu salah satu cara mengenang penyair tersebut pada peluncuran buku bertajuk Ayat Dewa Pamungkas dari Timur di Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang (Unnes), semalam. Beberapa penampil yang lain memiliki cara yang berbeda.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan sastrawan Triyanto Triwikromo misalnya, belum lupa bagaimana cara Agoes Dhewa mengumpat. Umpatan yang kemudian menjadi kekhasan dalam berkomunikasi.

Ketua PWI Jateng Amir Machmud mengaku masih memiliki utang. Dia mengungkapkan pernah membuat perjanjian berdua dengan Agoes Dhewa.

“Jika salah satu dari kita meninggal, yang masih hidup harus membuat tulisan untuk mengenang. Jadi kini saya masih berutang tulisan,” ujarnya.

Selain mengenang Agoes Dhewa, acara yang digelar Jurnalis Kreatif bekerja sama dengan Unnes dan beberapa pihak lain juga merupakan peluncurkan buku antologi puisi dari empat penyair, yakni Gus Mus, Timur Sinar Suprabana, Beno Siang Pamungkas, dan mendiang Agoes Dhewa.

Timur semalam membacakan puisi milik WS Rendra Rick dari Corona. Sementara Beno tampil bersama seniman Bayu Tambeng yang memainkan gitar membacakan salah satu puisinya.

Acara semakin meriah dengan penampilan beberapa tamu undangan seperti Rektor Unnes Prof Fathur Rochman, Sekda Pemprov Jateng Sri Puryono, penyair Sosiawan Leak, dan lainnya. Ari/INI Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.