The news is by your side.

Amankah Anak-anak Pakai Obat Kumur?

0

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Bagi orang dewasa, berkumur dengan obat kumur dianjurkan sebanyak dua kali sehari. Bagaimana dengan anak-anak?

Balicitizen.com, Jakarta — Penggunaan mouthwash alias obat kumur untuk orang dewasa mungkin terdengar hal yang wajar. Namun, apa jadinya kalau anak dikenalkan obat kumur sejak dini? Faktanya, obat kumur justru perlu dikenalkan sejak dini untuk anak.

Ya, obat kumur untuk anak diperlukan untuk mencegah pembentukan plak di gusi dan gigi, serta mengurangi pertumbuhan kuman berbahaya di rongga mulut. Karena, plak dan bakteri yang menumpuk di rongga mulut bisa menyebabkan penyakit gusi, yang pada akhirnya mengakibatkan kerusakan gigi.

Obat kumur (mouthwash) bisa membantu menunjang kesehatan gigi selain rutinitas menyikat gigi. Menurut Drg. Yudha Rismantoz, sikat gigi pun disarankan dilakukan dua kali sehari. Hal itu perlu dilakukan agar koloni kuman tidak menjadi matang dan merusak gigi atau gusi. Kuman yang berkoloni di gigi dapat menyebabkan gigi berlubang.

Sementara, jika hal itu terjadi pada gusi, dapat menyebabkan pembengkakan. Kuman yang berkoloni juga bisa menyebabkan bau mulut. Faktanya, menyikat gigi hanya bisa membersihkan sekitar 30-53 persen koloni kuman di mulut. Untuk itulah penggunaan alat tambahan diperlukan untuk membersihkan sela-sela gigi.

Alat tambahan yang dimaksud antara lain dental floss, tongue scraper (pembersih lidah), dan juga obat kumur. “Kebersihan mulut juga lebih bagus kalau sikat gigi dipadu dengan obat kumur,” kata Yudha.

Bagi orang dewasa, berkumur dengan obat kumur dianjurkan sebanyak dua kali sehari. Bagaimana dengan anak-anak?

Menurut Yudha, anak baru dianjurkan untuk diajarkan menggunakan obat kumur setelah memiliki gigi tetap. Anjuran pemakaian sama seperti dewasa, yaitu dua kali sehari.

“Kalau anak kecil yang belum ada gigi tetap, kira-kira di bawah tujuh tahun, obat kumur lebih bersifat suportif,” ujar dia.

Sebaiknya, anak-anak diajari cara menyikat gigi yang baik dan benar terlebih dahulu. Selain itu, mereka juga harus mengerti cara berkumur, agar obat kumur tidak ditelan. Untuk mengajarkannya, bisa dimulai dengan berkumur menggunakan air putih atau cairan lainnya yang aman jika tertelan.

Cara lainnya yang bisa dilakukan orangtua jika ingin membersihkan gigi anak dengan optimal adalah dengan membasahi kain dengan obat kumur. Kemudian, kain itu yang dipakai untuk mengelap gigi dan gusi anak.

Mengingat penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol sebenarnya telah dikaitkan dengan kanker mulut sejak tahun 1970-an. Tetapi, penelitian yang lebih baru kembali mempertanyakan hubungan tersebut. Peneliti mendapati bahwa banyak peserta dalam studi sebelumnya yang ternyata rutin mengonsumsi minuman alkohol dan merokok, sehingga sulit untuk memastikan kebiasaan manakah yang sebenarnya memicu kanker mulut.

Walaupun belum ada bukti lebih lanjut tentang kaitan obat kumur beralkohol dengan kanker mulut, Dr Gerry Curatola, pendiri Rejuvenation Dentistry di New York City memperingatkan bahwa sering menggunakan obat kumur dengan kandungan alkohol dapat menyebabkan masalah mulut lainnya.

“Mouthwash seharusnya tidak mengandung alkohol,” kata Curatola. “Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan merusak keseimbangan bakteri alami dalam mulut.”

Penggunaan obat kumur sendiri, walau tanpa alkohol, sebenarnya tidak terlalu sering diperlukan, kata Curatola. Kecuali jika Anda sedang mengalami masalah dalam mulut, seperti karang gigi, sariawan, atau sedang terserang flu, bahan kimia dalam obat kumur dapat membantu membersihkan mulut dari bakteri.

Bila tidak, sikat gigi dengan pasta gigi saja sudah cukup. Jadi, bila Anda memutuskan untuk menggunakan obat kumur usai sikat gigi, pastikan obat kumur tersebut tidak mengandung alkohol. American Dental Association, yaitu persatuan dokter gigi di Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan obat kumur untuk anak ketika usianya sudah menginjak 6 tahun.

Anjuran ini bukan tanpa alasan, karena anak usia 6 tahun umumnya sudah memiliki refleks untuk meludah, sehingga risiko mereka menelan obat kumur pun lebih rendah.

Drg. Sri Angky Soekanto, Ph.D., PBO, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pun menyatakan hal serupa. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya pada usia 6 tahun, gigi geraham permanen biasanya akan mulai tumbuh. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menjaga kebersihan gigi gerahamnya dengan baik karena mereka tidak mengetahui bahwa giginya tersebut sudah tumbuh sejak usia 6 tahun.

Akibatnya, gigi geraham permanen rentan mengalami kerusakan. Padahal, gigi geraham permanen yang sudah rusak sejak kecil sampai dewasa tidak akan tumbuh lagi.

“Oleh karena itu, sebelum anak sebelum usia 6 tahun, harusnya mereka diajarkan kebiasaan baik. Termasuk berkumur. Jadi, begitu anak sudah bisa berkumur dan meludah, maka anak sudah bisa diajarkan berkumur pakai obat kumur,” papar drg. Sri Angky, yang juga menjabat sebagai ketua Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI) ini. (Kbb)

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.