The news is by your side.

Bea Cukai Dorong Distributor Minuman Beralkohol Pasarkan Arak Bali

1

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Legalisasi arak Bali mendapatkan dukungan vanyak pihak, satu di antaranya adalah Bea Cukai. Institusi ini mendoromg agar distributor minuman beralkohol bukan hanya pasarkan minuman beralkohol lainnya, namun juga arak Bali.

Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di Pemprov Bali kemarin terkait Ranpergub tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Kepala Bidang Kepabeanan Kantor Wilayah Bea Cukai, Made Wijaya dan Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan, Sutikno mengatakan Bea Cukai mendorong pabrik Mikol, Distributor dan TPE lebih gencar memasarkan arak Bali sebagai ciri khas yang wajib dipasarkan.

“Regulasi tentang mikol sangat konvensional namun ketat sekali,” ujar Wijaya seraya menambahkan di setiap pabrik yg resmi / berizin ada petugas bea cukai yang mengawasi setiap tahapan proses produksinya, termasuk pergerakan per liternya. Semua diatur dengan ketat dan ada regulasinya.

Disamping itu, Bea Cukai selalu melaksanakan monev, audit dan lain-lain terkait pengawasan industri arak, khususnya terkait perhitungan cukainya.

Namun demikian, Bea Cukai siap mendukung Ranpergub ini dengan antara lain akan membuat regulasinya.

Menurut Wijaya, saat ini ada sekitar 80 distributor / pabrik Arak Bali yang sudah mempunyai izin operasional / merk / label. Namun demikian, hanya ada 6 merk yang benar-benar menguasai pasar, sedangkan sisanya tidak terlalu produktif.

Kepala Bidang Industri Disdagperin Provinsi Bali, I Gede Wayan Suamba, SE menyampaikan bahwa pada tingkat produksi sudah tidak ada masalah. Persoalannya ada pada distribusi atau pemasarannya. Petani / Perajin tuak dan arak sudah membentuk koperasi. “Koperasi inilah yang akan menampung seluruh hasil produksi tuak atau arak petani untuk selanjutnya akan didistribusikan ke pabrik yang sudah mempunyai izin atau label”, ujar Suamba seraya mengingatkan di luar tata kelola seperti itu adalah ilegal dan bisa tersangkut masalah hukum.

I Nengah Pasek, pemilik pabrik Arak Bali merk Nikki Zake siap mendukung tata kelola Arak Bali. Sejak tahun 2006, Niki Zake telah menerima hasil produksi petani. “Kalau tuak saya siap menerima dalam jumlah berapa pun, sebanyak-banyaknya dan tidak terbatas” pungkasnya.

Menurut Pasek, kalau tuak tinggal diproses di pabrik sesuai standar yang diinginkan. Sedangkan arak dari petani harus diproses lagi di pabrik karena tidak sama kualitasnya. Hal ini antara lain disebabkan alat dan teknologi yang digunakan oleh petani berbeda. Karenanya Pasek menawarkan memberikan peralatan kepada petani sehingga kualitas arak yang dihasilkan sama dan bisa dijual sesuai standar yang diinginkan oleh pasar. Ari/Balicitizen

Berita Terkait
1 Comment
  1. jessi says

    Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165 titik co sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165 titik co paling best ya guys…

Leave A Reply

Your email address will not be published.