The news is by your side.

Catatan 2018: Sidang Tengah Malam sampai Vonis Rehab WN Asing

0

Denpasar, Bali – Selama tahun 2018 berbagai perkara telah diputus di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Banyak putusan yang jadi perhatian publik, dari vonis sejumlah warga negara asing dalam kasus narkoba dengan putusan rehabilitasi sampai sidang maraton yang berjalan sampai tengah malam. Berikut rangkumannya.

Berbagai kasus telah diadili, dari kasus kasus itu, perkara narkoba cukup mendominasi. Terakhir Kejari Denpasar memusnahkan barang bukti untuk 30 perkara narkotika dan jika diuangkan nilainya mencapai Rp 2,1 miliar. Itu adalah pemusnahan yang sudah ketiga kalinya dilakukan di tahun 2018.

Biacara dari perkara kasus narkotika yang disidangkan selama tahun 2018 ini, cukup menarik adanya terdakwa pasangan kekasih hingga pasutri dan terdakwa yang dalam keadaan hamil.

Paling menjadi perhatian publik, di tahun ini pihak pengadilan di Denpasar menelorkan vonis rehabilitasi kepada terdakwa kasus narkotika. Bahkan selama tahun ini tercatat ada lima kasus divonis rehabilitasi.

Dari lima terdakwa yang divonis rehab itu, empat di antaranya adalah warga negara asing. Namun yang paling bikin heboh dan jadi sorotan publik adalah putusan rehabilitasi terhadap terdakwa Baker Joshua James (32) asal Australia dengan barang bukti ganja 28,02 gram dan 37 Butir Diazepa.

Pria yang selalu mandi keringat setiap dalam persidangan dan memakai kacamata hitam saat keluar sidang ini, divonis selama 10 bulan jalani rehabilitasi.

Masih di bulan yang sama, kembali oleh Hakim memberikan terdakwa Robert Isaac Emmanuel (35) WNA asal Australia putusan jalani rehabilitasi selama 15 bulan. Putusan untuk pemilik 14 gram sabu dan Ekstasi sebanyak 15 butir yang dibawanya dari Thailand itu dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (11/4) lalu.

Sebelum Isaac ada juga warga Malaysia bernama Chan Heng Joon (30) divonis jalani rehabilitasi selama 12 bulan. Saat itu vonis rehab terhadap warga penyelundup Ganja asal Malaysia ini dibacakan hakim ketua I Ketut Pasek, SH MH.

Selain mencuatnya kasus narkotika yang disidangkan di PN Denpasar, juga hal yang pertama kalinya di gelar sidang hingga berakhir tengah malam.

Adalah sidang kasus dugaan kekerasan dan pengancaman terhadap aparatur negara dengan menyidangkan terdakwa calon anggota DPD RI dapil Bali I Ketut Ismya Putra Jaya bersama kedua rekannya.

Dalam perkara ini, Majelis Hakim memutuskan kepada ketiga terdakwa pidana penjara selama 5 bulan dipotong selama 4 bulan terdakwa ditahan. Dalam perkara ini, Ketua Majelis Hakim Bambang Eka Putra,SH.MH melakukan sidang maraton hingga menggelar sidang seminggu dua kali terhitung dimulainya disidangkan sejak 16 November 2018 dan diputuskan pada 28 Desember 2018.

Bahkan menariknya lagi, hanya dalam perkara ini saja di Pengadilan Ngeri Denpasar menyidangkan hingga tengah malam yang berakhir pukul 23.40 Wita dan itu dilakukan dua kali dalam persidangan. ( Hari Santosa /Ari )

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.