The news is by your side.

Cerita BPSPL Denpasar Ikut Selamatkan Hiu Paus di PLTU Paiton

1

Oleh: Rosid  |

Balicitizen.com, Denpasar – Seekor ikan Hiu Paus (Rhincodon Typus) sempat terjebak di kanal inlet PLTU Paiton, Probolinggo, Jawa Timur selama empat hari. Beruntung jenis satwa laut yang dilindungi tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi sehat dan kembali ke laut lepas.

Dalam penyelamatan tersebut melibatkan banyak pihak termasuk Balai Pengelolaaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Kepala BPSPL Denpasar, Suko Wardono bercerita terkait penyelamatan tersebut yang membutuhkan waktu selama empat hari, yakni 16-19 September 2019.

Menurutnya beberapa kendala yang dialami di antaranya adalah arus deras yang mana menyedot peralatan yang digunakan. Arus deras tersebut karena adanya pompa-pompa penyedot air.

“Adanya arus deras bisa menyedot peralatan yang digunakan, pompa-pompa menyedot air menyebabkan aliran air yg deras,” katanya saat dihubungi, Sabtu (21/9/2019).

Dalam penyelamatan tersebut, tim menggunakan beberapa metode sesuai dengan prinsip animal walfare atau kesejahteraan hewan. Artinya ditekankan proses evakuasi tidak melukai satwa dan membuatnya stres. Selain itu juga agar tak mengganggu kemananan fasilitas pembangkit.

Pada penyelamatan hari keempat, tim menggunakan jaring kantong yang diberi bingkai besi berukuran 6×4 meter di bagian mulut jaring. Kemudian tim menerjunkan tiga perahu karet sea rider dan rubber boat. Kemudian digunakan krane untuk menghalau hiu paus agar masuk ke dalam jaring. Setelah masuk jaring ditarik ke laut lepas oleh perahu-perahu tersebut.

Pada upaya pertama, crane dengan kapasitas 30 ton tidak mampu menahan jaring yang terbawa arus. Kemuduan diganti dengan crane dengan kapasitas lebih besar yakni 50 ton.

Lalu tim sekoci bertugas menggiring hiu paus dengan memancingnya dengan umpan. Tepat pada pukul 13.00 WIB, hiu berhasil digiring dan masuk ke dalam kantong jaring. Setelah ikan masuk, bingkai besi dilepaskan dan diikat agar bisa ditarik Sea Rider. Tepat pukul 14.00 WIB ikan berhasil dibawa ke laut lepas.

“Secara visual tidak ada luka pada ikan saat evakuasi. Ikan juga terlihat berenang aktif dan responsif,” katanya.

Diketahui, ikan tersebut diduga masih anakan. Juga berjenis laki-laki dengan tanda ikan memiliki klesper.

Ke depan agar kejadian tak terulang, dilakukan mitigasi dengan cara memasang besi penghalang di mulut inlet PLTU Paiton. Ari/Balicitizen

Berita Terkait
1 Comment
  1. Marcella says

    bonus WELCOME CASHBACK 100% dari QQHARIAN , ayo kunjungi QQ harian banyak bonus menanti anda

Leave A Reply

Your email address will not be published.