The news is by your side.

Cerita Pasutri Muda yang Terjerat Jadi Agen Bandar Sabu

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar- Pasangan suami istri Setyawan Santoso alias Wawan (22) dan istrinya Septiana Lanjarsari (24) saat ini harus meninggalkan buah hati mereka yang masih balita. Bahkan terancam akan meninggalkan buah hatinya cukup lama, terlebih pada Jumat (13/9) keduanya dituntut jaksa Ni Luh Oka Ariani Adikarini,SH.MH di PN Denpasar dengan hukuman 15 tahun penjara.

Lalu bagaimana keduanya bisa terjerat dalam jaringan narkoba, sampai akhirnya tertangkap dengan barang bukti puluham paket sabu seberat 732 gram.

Sebagai diuraikan pada dakwaan, Wawan yang kesehariannya bekerja sebagai montir bengkel mobil dan Septiana sebagai ibu rumah tangga, ini terjebak untuk mau jadi budak bandar narkoba sebagai kurir.

Usaha nyambi sebagai kurir ini terendus petugas. Hingga pada Selasa, 9 April 2019 sekitar pukul 17.30 Wita, petugas berhasil mengamankan keduanya saat sedang melakukan tempelan di seputaran Jalan Pemogan dengan mengendarai sepeda motor.

Saat itu Wawan terlihat jalan kaki menuju Gang Futsal sedangkan Septiana menunggu di lapangan bulutangkis. Saat itulah mereka langsung dicokok, dari keduanya ditemukan 8 paket sabu yang masing-masing  4 paket sabu.

Lalu, petugas kembali melakukan penggeledahan di tempat tinggal Pasutri itu di kamar no.3 Amor Apartemen, Jalan Taman Sari, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Di sana, petugas kembali menemukan 29 paket sabu-sabu. Juga ditemukan 1 buah timbangan elektrik,  serta barang bukti terkait lainnya.

“Dari 37 paket sabu-sabu yang diamankan diperoleh total berat bersih 732,10 gram,” beber jaksa Oka.

Menurut pengakuan Wawan, ia mendapat atau mengambil sabu-sabu atas perintah dari bosnya yang dikenal nama Aras (masih dalam penyelidikan). Pasutri itu menjadi perantara jual beli sabu demi mendapat upah Rp50 ribu untuk satu lokasi tempel.

Kini keduanya harus deg-degan menunggu vonis hukuman pada pekan depan. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.