The news is by your side.

Cerita Seorang Perangkai Bunga yang Karyanya Pernah Dipakai Sambut Presiden AS

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Floral Arrangement Demo and  Workshop digelar di Plaza Renon, Denpasar. Hadir dalam acara ini adalah seorang perangkai bunga yang karyanya pernah digunakan saat menyambut presiden Amerika Serikat (AS) saat ke Bali beberapa tahun lalu.

Ya, dia adalah Didon Kajeng, seorang Bali Floral Designer yang menghasilkan karya-karya luar biasa dengan memanfaatkan jenis bunga lokal.

Ia berharap, peserta workshop bisa meneladani semangat dan kreatifitas Didon. Didon Kajeng menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan termasuk dari Putri Koster yang tidak lain adalah istri dari Gubernur Bali I Wayan Koster.

Ia menuturkan, tak mudah membangkitkan kepercayaan diri ketika dirinya tak lagi bisa melihat. Namun ia tetap bangkit dan berusaha hingga lambat laun kepercayaan dirinya kembali pulih.

Dalam keterbatasan, itu justru menciptakan karya-karya yang mengundang decak kagum.

Menurut Didon, pengalaman paling berkesan adalah saat ia diminta mendekorasi hotel saat presiden ke-43 Amerika Serikat George W. Bush berkunjung ke Bali di tahun 2006 silam.

Kala itu, dia menyuguhkan dekorasi bernuansa alam Indonesia dengan menggunakan buah dan bunga lokal dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Bali.

Salah satu ciri khas rangkaian bunga yang menjadi daya tarik karya Didon adalah penggunaan dedaunan lokal khas flora Bali, salah satunya janur. “Kalau bunga yang indah-indah, di luar negeri sangat banyak. Kalau dedaunan, kita unggul. Makanya saya banyak memanfaatkan dedaunan,” tambahnya.

Dengan sentuhan kreatifitas, dedaunan yang dipadu bunga lokal seperti gemitir, ratna, matahari, kembang seribu, jepun dan bunga lainya disulap menjadi rangkaian bunga yang cantik nan menawan. Salah satu ciri khas rangkaian bunga Didon adalah pemanfaatan janur yang dibentuk sedemikian rupa.

Workshop kali ini mengusung tema ‘east meet west’ atau pertemuan timur dan barat. “Tema ini memiliki makna, kita memanfaatkan flora lokal seperti janur dan berbagai bunga,  tapi rangkaian yang dihasilkan berselera internasional,” ucapnya.

Dengan langkah ini, Didon yakin flora khas Bali akan mampu bersaing di kancah internasional. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.