The news is by your side.

Diperiksa Bawaslu, Caleg Nasdem Bersikukuh Pakai Nol Rupiah untuk Kampanye

0

Oleh: Ari   |

Balicitizen. Denpasar – Dr Somvir Caleg terpilih dari partai Nasdem untuk daerah pemilihan (dapil) Buleleng diperiksa Bawaslu Bali pada Kamis (4/7) siang ini. Dalam pemeriksaannya, Somvir bersikukuh tidak merekayasa laporan penggunaan dana kampanye, seperti yang dituduhkan Gede Suardana selaku pelapor dalam kasus tersebut.

“Kami klarifikasi apa yang dilaporkan semua itu tidak benar, dan apa yang dana kampanye setorkan ke partai itu memang di lapangan seperti itu (Rp0),” kata Somvir kepada Balicitizen.com, ditemui di kantor Bawaslu Bali Jalan M Yamin, Renon, Denpasar.

Jika ada baliho serta stiker gambar dia dakam masa kamoanye kata dia dananya bukan dari dia pribadi. “Kemungkinan pernah dibuat simpatisan murid saya, itu tanpa sepengetahuan saya,” imbuhnya yang dikenal sebagai guru yoga ini.

Dia menegaskan selama ini tidak mengeluarkan dana sama sekali. “Jadi memang nol rupiah, karena kami tidak pernah simakrama,” papar penekun yoga asal India ini.

Dia menegaskan suara periode ini sama dengan perolehan suara periode 5 tahun lalu sebesar 11 ribuan suara dan bahkan menjadi yang tertinggi di internal Caleg Nasdem Buleleng.

“Kami tidak pernah simakrama, modelnya beda, kami pakai person to person, jadi tidak ada yang aneh dan tidak perlu dibesar-besarkan,” ungkapnya.

Dr. Somvir sebelumnya dilaporkan oleh Gede Suardana atas dugaan pemalsuan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) Pemilu Legislatif 2019. Dalam laporan dana kampanye Partai NasDem, Dr. Somvir tidak melampiri LPPDK dengan laporan pencatatan seluruh penerimaan dan pengeluaran dana Kampanye. Dr Somvir juga disebutkan tidak menyajikan semua penerimaan dan pengeluaran dana kampanye dalam bentuk uang, barang, dan jasa. Bahkan tidak terdapat bukti pengeluaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, pada masa kampanye banyak ditemukan alat peraga Kampanye atas nama Dr. Somvir, seperti baliho, spanduk, specimen surat suara pemilu, kartu nama maupun Stiker,
yang banyak terpasang dan tersebar di masyarakat. Pengadaan alat peraga kampanye itu tentu membutuhkan biaya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.