The news is by your side.

Dirut asal Nepal dan Prancis Diadili Palsukan Merk

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengadili kasus pemalsuan merk dagang yang melibatkan dua warga negara asing asal Nepal dan Prancis. Barang yang dipalsukan ini adalah pakaian berbagai macam, seperti celana misalnya.

Terdakwa adalah Mala Talwar (51) wanita asal Nepal selaku Dirut PT.Madurana Bali Confection di Kerobokan dan Alexandre Xiavier Miel (47) pria asal Perancis selaku penanggung jawab.

Keduanya didudukkan di ruang sidang Candra di hadapan majelis hakim yang di ketuai Subandi,SH.MH dengan perkara penyalahgunaan hak cipta merk BALILAB.

“Kedua terdakwa terbukti bersalah memproduksi atau membuat sebuah merk yang telah menjadi hak cipta milik orang lain. Hal tersebut telah tertuang dalam Pasal 100 ayat (2) UU No.20 tahun 2016 tentang merk dan indikasi Geografis Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata Jaksa I Nyoman Agus Pradyana,SH dalam dakwaan.

Dalam dakwaan, Jaksa dari Kejari Badung itu menyebutkan bahwa kasus ini berawal dari saksi Peter Scida warga Perancis membeli sebuah celana pendek seharga Rp600 ribu merk BALILAB dengan logo hurb B terbalik. Barang tersebut dibelinya di toko BaliLab milik saksi Badrus Shaleh yang beralamat di Jalan  Pantai Berawa, Tibubeneng Kuta Utara pada Sabtu sore, 6 April 2019.

Selanjutnya saksi yang curiga merk tersebut palsu, melaporkan kepada pihak CV.BALILAB. Atas laporan itu,  saksi Hendri Anthony selaku direktur dari perusahaan pemilik hak cipta dari BALILAB yang memiliki surat hak cipta dari merk BALILAB di Indonesia yang telah di daftarkan di Kementrian HAM RI tertanggal 18 Januari 2016 dengan nomor pengesahan IDM000628603 melaporkan toko tersebut ke Polsek Kuta Utara. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.