The news is by your side.

Dukungan dan Tantangan Periode Kedua Jokowi Sama-sama Kuat

1

Oleh: Ahmad Azhar  |  

Balicitizen.com, Jakarta – Perpisahan para Menteri di akhir periode Kabinet Kerja dirayakan lewat silaturahmi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada wakil presiden beserta seluruh jajarannya atas kerja keras, dukungan dan pemikiran yang telah dicurahkan dalam lima tahun ke belakang.

“Lima tahun sudah kita bekerja dan betul-betul lima tahun adalah sebuah waktu yang sangat cepat sekali,” kata Jokowi, kemarin (18/10).

Mantan Walikota Solo itu akan memasuki babak kedua. Kompleksitas masalah dinilai berbagai pihak lebih berat dibandingkan periode pertama menjabat.

Menurut guru besar ilmu politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Kacung Marijan, tantangan pemerintahan Jokowi di periode kedua cukup menarik karena di satu sisi, dukungan perolehan suara Jokowi lebih besar dibandingkan lima tahun lalu. Koalisi yang mendukung Jokowi juga lebih banyak dan partai yang tergabung dalam pemerintahan ke depan akan lebih besar.

“Tapi, disisi lain situasi ekonomi global sedang tidak baik seperti masalah Perang dagang Amerika dengan Cina, kemudian pertumbuhan ekonomi di berbagai belahan negara juga cenderung stagnan. Ini tentu akan berdampak,” kata pria sapaan akrab Kacung, kepada Indonesia Inside, Sabtu (19/10).

Sementara, pihak lain yang anti Jokowi juga besar. Suaranya besar meskipun jumlahnya tidak terlalu besar.

“Nah, ini semakin berat untuk men-challange. Kemudian kelompok yang awalnya mendukung Pak Jokowi semakin kritis, terbukti gerakan demonstrasi mahasiswa semakin besar,” ujarnya.

“Artinya, pemerintahan Jokowi-Maruf harus mengelola tantangan ini menjadi opportunity untuk pemerintahan yang lebih baik,” sambungnya.

Selain itu pemerintah juga harus melahirkan kekuatan ekonomi baru agar melahirkan ekonomi yang baik. Perubahan ekonomi terutama ekonomi digital perlu mendapat perhatian.

“Sekarang bagaimana kekuatan ekonomi dikondisikan agar kokoh dengan perubahan ekonomi global. Ini tugas pemerintah untuk memfasilitasi,” kata dia.

Realisasinya, dibutuhkan perangkat kerja yang lebih sistematis bukan hanya di tim ekonomi, tapi juga tim supporting ekonomi. Misalnya bidang pendidikan, industri, Industri kreatif, dan sumber-sumber ekonomi non konvensional.

“Seperti pariwisata, saya kira langkah Pak Jokowi menjadikan pariwisata sebagai kekuatan baru untuk ekonomi langkah tepat. Karena Indonesia punya basic itu, baik alam maupun budaya,” tuturnya.

Berbeda dan industri manufaktur yang memerlukan modal besar. Namun ia melihat pembangunan infrastruktur belum terlalu kuat menopang sektor pariwisata.

“Misalkan pemerintah membangun 10 Bali baru, maka harus diperkuat apakah infrastruktur darat, udara maupun laut,” katanya.

Termasuk dalam bidang pendidikan, SDM harus diperkuat agar dapat melahirkan orang yang kreatif dan inovatif. “Nah, kalau ini tidak dipoles dari kebijakan pendidikan, maka berat. Maka saya bilang perlu ada supporting dari berbagai sektor,” ujarnya. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait
1 Comment
  1. jessi says

    Ayo kunjungi dan bergabung bersama DUPA88 titik NET arena game yang memberikan fasilitas kenyamanan buat para member untuk bermain, bonus bonus menakjubkan selalu di siapkan dalam permainan loh.!! Yuk .. buktikan dan segera join bersama Dupa88 titik net ..

Leave A Reply

Your email address will not be published.