The news is by your side.

Fokus Pada Kualitas Gurunya, JPPI Dukung UN Dihapus

0

Oleh: Anisa Tri K   |

Balicitizen.com, Jakarta – Pada bulan Maret mendatang, siswa-siswi di Indonesia akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Tersiar kabar jika UN 2020 akan menjadi UN terakhir, hal tersebut dikarenakan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim yang berencana akan mengevaluasi ujian nasional.

Rencana ini merupakan jawaban atas arahan Presiden Joko Widodo, yang meminta Nadiem merombak kurikulum pendidikan saat ini. Diperkirakan, keputusan terkait program pengganti UN akan disiarkan pada awal Desember, setelah pengumuman Program for International Student Assessment (PISA).

Ubaid Matraji, Kornas JPPI (Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia) mendukung rencana Nadiem Makarim. Menurutnya, Ujian Nasional dinilai sudah tidak relevan. “UN memang sudah tidak relevan lagi. Kita sudah usul dari dulu supaya dihapus,” ujarnya kepada redaksi Indonesiainside.id, Sabtu (30/11).

Ubaid berpendapat, jika yang lebih penting adalah pemetaan kualitas guru. “Jadi, jangan peserta didik saja yang diubek-ubek. Guru harus jadi fokus, supaya kualitas pendidikan kita jadi lebih baik,” kata Ubaid. “Belum lagi soal kecurangan saat UN yang dilakukan sekolah, depresi siswa, hingga ada juga bunuh diri, problem psikis dan sosial lainnya. Jadi, suda tidak ada gunanya. Harusnya dari dulu dihapus. Tapi tentu lebih baik terlambat daripada tidak dihapus,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai sistem pengganti UN yang lebih efektif, Ubaid mengharapkan pemerintah cukup berfokus pada kualitas guru.

“Lupakan UN, sudah banyak tes dan ujian di sekolah. Itu sudah lebih dari cukup. Harus ada ganti fokus, jangan hanya fokus di siswa. Pemerintah harus fokus ke guru. Kompetensinya masih rendah. Itu yang harus diutamakan daripada selalu menjadikan siswa sebagai objek. Sekarang ganti fokus di peningkatan kompetensi guru, supaya kualitas siswanya juga naik,” imbuhnya.

Ubaid menegaskan, jika kualitas guru tidak bermutu, hanya akan menyengsarakan nasib siswanya yang hanya sekadar menjadi korban atas pembodohan yang terstruktur. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.