The news is by your side.

Gubernur Bali Keluhkan Setiap Kabupaten Urus Air Sendiri

0

Oleh: Angga Wijaya  |

Balicitizen.com, Denpasar – Gubenur Bali I Wayan Koster menyoroti pengelolaan air di Bali yang masih parsial. Hal itu dikatakannya pada acara ground breaking Bendungan Sidan, Kamis (4/4) di Desa Belok Sidan, Petang, Badung.

“Saya melihat pengelolaan air di Bali masih terpecah-pecah atau parsial. Tiap kabupaten mengurusi sendiri airnya, dan provinsi tak mempunyai skema pengelolan air. Padahal, air adalah kebutuhan vital masyarakat yang terus meningkat setiap tahun,” ujarnya.

Untuk mencari solusi hal tersebut, pihaknya sedang menyusun master plan pengelolaan air wilayah Bali. Sumber-sumber air baik itu sungai, danau dan bendungan di seluruh Bali akan didata sehingga nantinya bisa dikelola dengan baik untuk kebutuhan pokok dan domestik masyarakat selain untuk pariwisata dan industri jasa serta rumah tangga yang mendukung pariwisata.

“Master Plan itu sedang kami godok, semoga bisa selesai dalam setahun kami juga berfokus pada masyarakat di daerah terpencil, karena ternyata di Bali banyak masyarakat yang tinggal jauh dari desa induk dan mereka sering kesulitan air, ” jelasnya. 

Selain itu, master plan pengelolaan air juga mengatur standar pelayanan kepariwisataan yang di dalamnya berisi pengelolaan air untuk industri pariwisata seperti hotel, villa dan restoran yang banyak terdapat di Bali. 

“Pembangunan bendungan seperti bendungan Sidan dan Tamblang sangat membantu peningkatan ketersediaan air, menelan dana yang besar yang jika mengandalkan dana APBD tentu kami kewalahan. Syukurlah pemerintah pusat berbaik hati membangun dua bendungan besar di Bali ini, ” pungkas gubernur asal Buleleng ini. 

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan, kebutuhan air masyarakat Bali saat ini 5, 75 meter kubik/detik. Dengan dibangunnya Bendungan Sidan akan menyuplai air sebesar 3,8 juta meter kubik/detik yang akan dibagi untuk irigasi, pembangkit listrik, dan kebutuhan domestik masyarakat di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan).

“Bendungan Sidan menambah jumlah bendungan di Bali yang berjumlah enam bendungan, seluas 82,73 Ha dan berada di  tiga kabupaten yakni Badung, Gianyar dan Bangli, ” katanya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.