The news is by your side.

Hari Ini Mantan Wakil Gubernur Bali Jalani Sidang Perdana

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Ketut Sudikerta yang terlibat dalam kasus dugaan sertifikat palsu dalam pembelian tanah, kasusnya akan disidangkan pada Kamis (12/9) hari ini. Mantan wakil gubernur Bali dan mantan wakil bupati Badung ini bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) kota Denpasar.

Namun sebelum diadili, pada Rabu kemarin dia menuliskan pembelaan yang ditulis melalui 3 carik kertas, kemudian tulisan ini dibagikan kepada awak media.

Lalu apa tulisan curhatan Sudikerta yang mantan petinggi Partai Golkar Bali ini?

Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta ini sebelumnya dilaporkan pihak bos PT Maspion Grup, Alim Markus atas kasus dugaan penipuan pembelian tanah yang kerugiannya lebih dari Rp100 miliar.

Saat ditahan di Lapas Kelas II A Kerobokan,ia menulis dalam 3 carik kertas yang kemudian diketik oleh kerabat atau keluarga. Pada ketikan sebanyak tiga lembar dan berisikan tulisan penuh dua lembar, itu berisikan ungkapan semacam pembelaan atas kasus yang menjeratnya.

Dirinya tidak ingin bentuk diamnya selama ini akhirnya memunculkan opini masyarakat yang akhirnya menuding dirinya seakan 100 persen bersalah atas laporan yang ditudingkan pihak Alim Markus.

Surat tersebut langsung ditujukan kepada rekan-rekan media dengan membeberkan bagaimana awal dirinya bertemu dengan Alim Markus. Intinya selama ini Sudikerta mengaku memilih diam dan menerima langsung di tahan oleh penyidik tanpa memberikan keterangan apapun kepada pers, tidak lain lantaran ingin menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

Namun bentuk diamnya itu disadari justru membuat “luka” bagi keluarga (istri dan anak-anak) serta keluarga besar, sahabat dan para kerabat. “Tidak lebih karena saya ingin menunjukkan kepada masyarakat sebagai warga negara yang taat hukum. Sehingga membiarkan proses hukum berjalan,” demikian ungkapan yang dikutip dari salah satu kerabat keluarga Sudikerta.

Dalam ungkapan yang dituliskan Sudikerta dirinya mengulas soal fakta yang sebenarnya. Termasuk soal kasus yang sudah di SP3 kan hingga pelapor mengajukan (Gede Subakat) untuk Pra-peradilan juga di tolak permohonannya oleh Hakim di Pengdilan Negeri Denpasar.

“Karena tidak ada pemalsuan surat, tidak ada penggelapan dan tidak ada penipuan, maka uang yang saya terima bukanlah hasil kejahatan, sehingga tidak ada tindakpidana pencucian uang,” tulis Sudikerta dalam ungkapannya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.