The news is by your side.

Ibu Tien, Kiblat Perempuan Indonesia

0

Oleh: Hery M Jaesoef  |

Balicitizen.com, JakartaNama lengkapnya adalah Raden Ayu Siti Hartinah (23 Agustus 1923 – 28 April 1996). Akrab dipanggil Ibu Tien Soeharto. Istri Presiden Indonesia kedua, Jenderal Besar Soeharto ini dikenal sebagai perempuan Indonesia yang kaya ide dan visi tentang ke-Indonesiaan dan kemanusiaan.

Gagasan-gagasan Ibu Tien yang filosofis dituangkannya dalam karya nyata. Meski kesehariannya sibuk mendampingi Pak Harto sebagai presiden, tetapi ide-idenya tidak berhenti hanya sebatas ide. Ia adalah sosok filosof yang praktisi. Jauh-jauh hari, sebelum banyak orang terlalu serius memikirkan masa depan batik, Ibu Tien sudah mempromosikan batik ke mancanegara. Caranya, setiap tamu negara selalu diberi cinderamata khas Indonesia. Salah satunya adalah batik. Bahkan mendiang Nelson Mandela, pemimpin rakyat Afrika Selatan itu menjadikan batik pakaian sehari-hari.

Memperkenalkan batik ke para tamu negara itu, secara tidak langsung telah membukakan mata dunia bahwa batik memang asli Indonesia. Pada 2 Oktober 2009, batik diakui sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Pengakuan itu berlaku sejak Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau UNESCO, menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, 2 Oktober 2009.

Gagasan-gagasan besar dan merupakan mahakarya Ibu Tien Soeharto, antara lain, pada 23 Agustus 1968 mendirikan  Yayasan Harapan Kita (YHK). Pendirian YHK bermula dari keprihatinan Ibu Tien terhadap kondisi bangsa Indonesia saat itu. Dari YHK ini lahir gagasan untuk mendirikan miniatur Indonesia Indah. Lalu diangunlah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta tahun 1972 dan diresmikan pada  20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern bisa dilihat di sini.

Selain TMII, YHK juga melahirkan Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita pada 22 Desember 1979. YHK juga mendirikan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, yang merupakan rumah sakit khusus menjadi Pusat Rujukan Nasional untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), 9 November 1985.

Gagasan lain dari Ibu Tien adalah mendirikan Museum Nasional 20 April 1980 dan Perpustakaan Nasional yang dicanangkan pendiriannya tanggal 17 Mei 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Daoed Joesoef. Juga ada Taman Buah Mekarsari yang diresmikan pada 14 Oktober 1995. Pengembangan aneka buah Nusantara ada di sini. Ini adalah sebagian dari karya-karya Ibu Tien Soeharto yang perlu dikenal oleh generasi kini.

Ibu Tien Soeharto adalah seorang Pahlawan Nasional. Bukan hanya karena karya-karya besarnya saja, tetapi juga karena kiprahnya dalam ikut serta membela kemerdekaan. Pada tahun 1945 Ibu Tien masuk ke dalam sebuah organisasi bernama Laskar Puteri Indonesia (LPI). LPI turut berjuang mempertahankan kedaulatan. Salah satu tugasnya membantu para prajurit di medan perang. Waktu itu Ibu Tien bertugas di dapur umum dan  medis.

Atas jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia, pada 30 Juli 1996, pemerintah RI memberi gelar sebagai Pahlawan Nasional. Dari 6 Presiden laki-laki yang memimpin Indonesia, baru 2 mantan ibu negara yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Yakni, Ibu Fatmawati (istri Bung Karno) dan Ibu Tien Soeharto.

Ia adalah sosok perempuan Indonesia yang multi-talenta. Penuh gagasan dan mewujudkan gagasan-gagasan tersebut dalam karya nyata. Bahkan, pemiiran-pemkiran filosofisnya sangat membumi. Karena semua ide-ide besarnya itu bisa direalisir dan bisa dinikmati serta bermafaat bagi bangsa Indonesia dan dunia.

Di hari Ibu yang jatuh pada hari ini, 22 Desember, mengenal Ibu Tien dengan mahakaryanya itu bisa menjadi kiblat perempuan Indonesia. Apa yang telah dilakukan oleh Ibu Tien adalah membangun peradaban bagi umat manusia. Membangun peradaban adalah membangun kemanusiaan. Karya-karya peradaban seperti ini tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas. Sejarah telah menguji dan membuktikannya. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.