The news is by your side.

Ikatan Guru Indonesia: Ujian Nasional Mudaratnya Lebih Besar

0

Oleh: Anisa Tri K   |   

Balicitizen.com, Jakarta – Menteri Pendidikan, Nadiem berencana mengevaluasi ujian nasional. Diperkirakan, keputusan terkait program pengganti UN akan disiarkan pada awal Desember, setelah pengumuman Program for International Student Assessment (PISA). Saat ini, rancangan perombakan kurikulum pendidikan sedang dilakukan pengkajian dengan pihak-pihak terkait.

Menanggapi rencana ini, Ikatan Guru Indonesia menyambut baik. “Seharusnya Ujian Nasional dihapuskan saja,” ujar Muhamamd Ramli Rahim, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia.

Ramli berpendapat, jika penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan portofolio siswa sejak dia pertama masuk, hingga dia dinyatakan selesai menempuh jenjang pendidikan. ‘Portofolio itu berlaku untuk siswa SD SMP SMA dan khusus untuk SMK berdasarkan penguasaannya pada keahlian yang dipilih jadi tidak perlu yang namanya ujian nasional,” ujarnya saat dihubungi tim Indonesiainside.id, Sabtu (30/11).

Terkait biaya pemetaan pendidikan, Ramli berpendapat untuk dilanjutkan saja, mengingat biayanya tidak begitu besar. “Untuk kebutuhan pemetaan pendidikan lebih baik asesmen kompetensi siswa Indonesia yang sudah dijalankan oleh Kemdikbud dilanjutkan pengingat biayanya Tidak begitu besar. Anggaran besar ini untuk ujian nasional lebih baik digunakan untuk mengangkat guru yang saat ini lebih dari 50% guru kita statusnya sudah tidak jelas mereka bukan pegawai negeri sipil bukan juga P3K bukan juga guru tetap yayasan,” jelasnya.

Mengenai anggaran, Ramli berharap pemerintah tidak hanya mengganti nama, namun juga sistem. “Kalau ujian nasional hanya berganti nama anggaran tetap artinya tidak ada upaya untuk bisa memaksimalkan segala potensi mencukupkan guru di seluruh Indonesia. Kami malah curiga Mendikbud Nadim mendapat tekanan dari banyak pihak terutama yang terlibat dan mendapatkan keuntungan dari Ujian Nasional ini,” lanjutnya.

Ramli berpendapat demikian, mengingat sebagian pihak menggunakan momen UN sebagai bisnis mencari keuntungan. “Ujian Nasional ini tentu saja menjadi lahan bisnis pertama Karena anggaran yang besar pelaku proyeknya akan mendapatkan keuntungan besar yang kedua pihak-pihak yang berhubungan dengan Ujian Nasional misalnya penyelenggara bimbingan belajar dan baik online maupun offline, percetakan juga diuntungkan dengan adanya ujian nasional bimbingan bimbingan di sekolah juga diuntungkan Dengan adanya ujian nasional tanpa Ujian Nasional tidak ada lagi les di mana siswa dipungut bayaran,” paparnya.

Ramli berkesimpulan jika penghapusan Ujian Nasional ini akan banyak memberikan manfaat, mengingat ujian nasional mudharatnya jauh lebih besar. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.