The news is by your side.

Ini Daerah di Bali yang Paling Lama Alami Musim Kemarau

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Sejumlah daerah di Bali mengalami musim kemarau lebih panjang dibanding dengan daerah lain.

Prakirawan cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti menejelaskan untuk satu daerah dengan daerah lain memang berbeda waktu musim kemaraunya. Namun, Buleleng bagian barat yang paling awal yakni sejak Maret. Kemudian Karangasem masuk kemarau pada bulan Juni 2019. Diperkirakan musim kemarau akan terjadi hingga September mendatang.

Musim kemarau, kata dia, berpengaruh oada curah hujan. Maka dampaknya adalah kekeringan dan kebakaran hutan.

“Kalau untuk itu pasti karena kondisi kemarau kaitannya dengan berkurangnya curah huhan secara langsung dan tak langsung pasti berpengaruh. Seperti kekeringan dan kebakaran hutan,” katanya, Selasa (16/7).

Untuk wilayah Bali yang paling lama tak turun hujan di Desa Sambirenteng Bueleleng. Lamanya yakni 83 hari.

Sementara itu, diperkirakan sebanyak 4.500 kepala keluarga (KK) dair 21 desa di Bali terdampak kekurangan air bersih. Penyebabnya adalah kemarau yang panjang dan debit sumber mata air semakin kecil.

Kepala BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menjelaskan Bali masuk wilayah yang mengalami hari tanpa hujan terlama, yakni ada yang sampai lebih dari 80 hari untuk wilayah tertentu. Wilayah yang mengalami kekeringan adalah dua Kabupaten yakni Karangasem dan Buleleng. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.