The news is by your side.

Ini Pesan Gubernur Terkait Parade Budaya di Jembrana

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Parade Budaya serangkaian peringatan HUT Kota Negara ke-124 Tahun 2019 di Kota Negara, Kabupaten Jembrana.

Gubernur Koster mengingatkan agar kebudayaan Bali dirawat dengan sebaik mungkin. Sebab mengingat Bali tidak memiliki sumber daya alam berupa tambang seperti gas, batu bara, minyak dan emas. “Kalau kita lalai dalam membangun budaya di Bali, suatu saat menurun habis, maka Bali sama saja dengan daerah lainnya,” kata Koster.

Gubernur Koster mengatakan daerah Bali mampu menjadi magnet yang mengundang wisatawan mancanegara untuk berkunjung, bukan disebabkan semata oleh keindahan alamnya. Namun alam yang dijiwai akan sumber nilai-nilai adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal.

“Jadi oleh karena itu, penyelenggara pemerintahan di Bali bersama-sama masyarakat harus punya arah komitmen dan kebijakan tegas untuk memperkuat pembangunan kebudayaan di Bali. Karena itu visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali diisi penuh dengan kebudayaan,” ujar mantan anggota DPR RI dua periode ini.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng  ini menambahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menegaskan bahwa kebudayaan itu merupakan investasi bukan harga atau biaya. Sebab itu ia meminta perawatan seni dan budaya tidak dilihat sebagai penghamburan uang.

Dalam kaitan budaya ini pula, Gubernur mengatakan sedang menata pondasi maupun fundamentalnya secara komprehensif. “Mulai dari penggunaan aksara Bali. Kenapa saya mulai dari aksara? Karena mulai dari aksara kehidupan ini bergerak,” ucapnya.

Selain itu, penguatan budaya juga dilakukan melalui kebijakan penggunaan busana adat dan bahasa Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem dan hari jadi Provinsi serta kabupaten/kota se-Bali.

Gubernur mengatakan parade budaya Kota Negara memberi spirit untuk menggerakkan motivasi dan kesadaran masyarakat kabupaten ujung barat Bali ini dalam memajukan kebudayaan.  Khususnya yang menjadi khas masyarakat Jembrana, seperti Jegog, Makepung serta yang lainnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.