The news is by your side.

Inilah 5 Hal yang Membedakan PKB Tahun Ini dengan PKB Sebelumnya

0

Oleh: Riki Z  |

Balicitizen.com, Denpasar – Pesta Kesenian Bali (PKB) sudah dibuka Sabtu lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini adalah pesta seni yang sudah berjalan ke 41 kalinya. Lalu apa bedanya PKB tahun ini yang mengambil tema Bayu Pramana: ‘Memuliakan Energi Angin’ dengan tahun-tahun lalu?

Pertama hal yang cukup membedakan adalah dibangkitkannya kembali seni tradisi sebunan berbasis Desa Adat. Sebunan adalah istilah untuk kelompok-kelompok kesenian yang semua anggotanya (penari, penabuh, dalang) berasal dari dan tinggal dalam satu Desa Adat. Pemberian ruang pada seni sebunan bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian seni tradisi orisinil yang hidup di masyarakat sebagai penopang adat, agama, tradisi, dan kearifan lokal lainnya.

“Sekehe sebunan, memiliki ciri ikatan yang kuat sesama anggota, guyub, dan bergotong-royong yang harus dipelihara untuk memperkuat kohesi sosial kehidupan masyarakat Bali. Hal ini sangat penting dalam memelihara tata kehidupan masyarakat yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal gilik-saguluk, parasparo, salunglung-sabayantaka, sarpana ya,” kata Gubernur Bali I Wayan Koster.

Kedua, Pesta Kesenian Bali ke-41 juga menampilkan wajah keistimewaan yang berpihak kepada masyarakat kecil yaitu para peserta pameran yang merupakan pelaku industri kecil-menengah (IKM) tidak lagi dipungut biaya alias gratis. Tujuannya adalah untuk membantu meringankan beban biaya para pelaku industri kecil-menengah dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali guna memotivasi dan menggerak-kan industri kreatif berbasis budaya branding Bali, yang bermutu dan berdaya saing, berorientasi ekspor.

“Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan Pesta Kesenian Bali sebagai pesta rakyat, rakyat bergembira-bersukacita dalam mengikuti, menyaksikan, dan menikmati keseluruhan suasana penyelenggaraan pesta seni sebagai pestanya Krama Bali sesuai spirit Bali Era Baru,” tegasnya.

Ketiga, format penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali tahun ini ditata secara kreatif dan inovatif sebagai bagian dari  implementasi kebijakan yang diatur dalam Peraturan Gubernur Bali mengenai; Penggunaan Busana Adat Bali, Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali

Kemudian ke empat dan kelima, hal yang membedakan adalah soal Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, serta Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

Hal ini tampak secara langsung dalam penyelenggaraan sehari-hari PKB: jumlah tong sampah yang diperbanyak serta tidak adanya penggunaan tas plastik sekali pakai di stand-stand kuliner. Lomba menghias gebogan juga menggunakan buah-buahan produk petani lokal.

Inovasi tersebut menunjukkan bahwa acara seni budaya dapat digunakan secara efektif sebagai media penyebarluasan pesan dan tindakan positif, mulai dari pesan tentang keberpihakan pada produk pertanian lokal dan industri kecil dan menengah (IKM) hingga pentingnya gerakan bersama untuk melindungi alam dari ancaman sampah plastik. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.