The news is by your side.

Jokowi: yang Usulkan Jabatan Presiden 3 Periode Itu Mau Menampar Muka Saya

0

Oleh: Rudi Hasan   |

Balicitizen.com, Jakarta – Wacana tentang penambahan masa jabatan kepala negara menjadi tiga periode menuai polemik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak setuju dengan wacana itu.

“Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga menurut saya, satu, ingin menampar muka saya; (dua) ingin cari muka atau; (tiga) menjerumuskan (saya). Itu saja,” kata Jokowi di Jakarta, Senin (2/12).

Dia mengklaim tak ada usulan seperti itu sejak awal. Karena, tujuan amendemen hanya fokus ke GBHN, bukan bermain-main soal masa jabatan presiden.

Jokowi mengaku tak tahu mengapa usulan tak jelas itu bisa muncul. Bahkan, ada yang menyebut masa jabatan presiden diperpanjang hingga tiga periode dalam sekali pemilihan. Atas usulan itu, Jokowi melihat tak perlu lagi amendemen UUD 1945.

“Kan ke mana-mana seperti yang saya sampaikan. Jadi lebih baik, tidak usah amendemen,” kata dia.

“Kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang bukan sesuatu mudah untuk diselesaikan,” ujar Jokowi.

Wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode mulai mencuat sejak diutarakan oleh Wakil Ketua MPR, Arsul Sani. Dia menyebut usulan itu pertama kali diusulkan oleh Fraksi Partai NasDem.

“Kalau tidak salah, (usulan itu) mulai dari anggota DPR dari Fraksi NasDem,” kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (22/11) lalu.

Selain itu, wacana penambahan masa jabatan presiden juga muncul dari pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono. Dia mengusulkan agar MPR mengamendemen Pasal 7 UUD 1945 agar presiden dan wakil presiden bisa menjabat tiga periode.

Dia berdalih, penambahan masa jabatan presiden diperlukan agar program Jokowi bisa berjalan secara berkesinambungan. “Tanpa kesinambungan kepemimpinan Presiden Jokowi lima tahun lagi setelah 2024, saya khawatir berbagai proyek strategis nasional, salah satunya pemindahan ibu kota negara, tidak akan berjalan sesuai rencana,” ungkap Suhendra dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11).

“Jadi saya mengusulkan agar MPR mempertimbangkan untuk mengamendemen UUD 1945, khususnya agar presiden bisa menjabat tiga periode,” ujar Suhendra. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.