The news is by your side.

Kasus Pemerasan Rp1 Miliar Dua Oknum Jaksa Harus Dituntaskan

0

Oleh: Eko P   |

Balicitizen.com, Jakarta – Kasus dua oknum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang memeras mantan manajer PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) M. Yusuf diminta dituntaskan Kejaksaan Agung. Dua oknum Kejati DKI telah memperoleh uang sebanyak Rp1 miliar dalam kasus ini.

Kedua oknum tersebut dinilai mencoreng institusi kejaksaan apalagi dengan posisinya sebagai Kasi Penyidik dan FYP sebagai Kasubsi Tindak pidana korupsi (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian uang (TPPU) di Kejati DKI yang seharusnya tidak menabrak tugasnya sendiri.

“Terkait proses penanganan kasus pemerasan dan tindak pidana korupsi melibatkan dua oknum jaksa terhadap dua personel Jaksa Kejati DKI Jakarta, kami mendukung proses yang tengah berjalan di Kejaksaan Agung,” kata M. Nirwan Nawawi Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Selasa(3/12).

Dua oknum Jaksa tersebut merupakan personel Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yakni YRM menjabat sebagai Kasi Penyidik dan FYP sebagai Kasubsi Tindak pidana korupsi (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian uang (TPPU).

Keduanya diamankan oleh Tim Saber Pungli dari JAM Pengawasan dan tim dan JAM Intelijen Kejaksaan Agung, bersama seorang berinisial CH (pihak swasta) yang diduga selaku pemberi suap pada Senin (2/12).

Suap tersebut diberikan terkait kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari. “Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tetap mengikuti proses pendalaman melalui mekanisme pengawasan, mekanisme etik maupun mekanisme penanganan perkara yang saat ini tengah berjalan di Kejaksaan Agung,” kata Nirwan.

Nirwan menambahkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan tetap berkoordinasi dan mendukung penuh terhadap proses yang tengah berjalan.

Sedangkan terkait penanganan tindak pidana korupsi dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari, lanjut Nirwan, akan segera dilakukan evaluasi oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Sebelumnya, dua oknum jaksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ditangkap tim gabungan Jaksa Agung Muda Pengawasan dan Tim Jaksa Agung Muda Intelijen karena diduga melakukan pemerasan terhadap mantan manajer PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero).

“Saat ini yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh bidang Pengawasan. Apabila nantinya diketemukan indikasi tindak pidana, maka akan diserahkan dan ditindaklanjuti oleh bidang Pidsus Kejaksaan Agung,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Mukri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Selain dua oknum jaksa itu, seorang yang menjadi perantara dalam pemerasan, Cecep Hidayat, juga ditangkap pada Senin (2/120).

Cecep Hidayat yang terlebih dulu ditangkap, baru tim gabungan kemudian bergerak menangkap YRM dan FYP.

Ada pun mantan manajer PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) M. Yusuf yang melapor, mengaku telah menyerahkan uang sejumlah Rp1 miliar yang diminta FYP. Ia menjadi saksi untuk kasus tersebut.

Uang itu untuk dugaan kasus penyimpangan pengelolaan keuangan PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) tahun 2012-2017 yang sedang ditangani Pidsus Kejati DKI. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.