The news is by your side.

Kebijakan Pakaian Adat Diklaim Naikkan Omzet Pedagang Sampai 30 Persen

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Kebijakan mengenai penggunaan pakaian adat di Bali diklaim bisa mengkerek omzet para pedagang pakaian adat hingga 30 persen. Hal ini dikatakan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster saat memberi sambutan sekaligus membuka Seminar Nasional Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) Seluruh Indonesia Dalam Mendorong Perekonomian di Daerah Melalui Pemberdayaan UMKM di Hotel Hyatt Regency, Sanur, Denpasar.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasinya karena dalam pembukaan seminar nasional ini para peserta menggunakan destar khas Bali. “Berarti sudah berdampak kepada perajin rakyat yang memproduksi udeng ini,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI ini mengatakan melalui kebijakan penggunaan busana adat Bali yang ditetapkannya ternyata telah berdampak terhadap industri kerajinan busana adat Bali.

Ia mengatakan sejak aturan tersebut diberlakukan omzet perajin meningkat sampai 30 persen dan omzet pedagang tumbuh 35 persen. “Dan itu adalah (ekonomi) kerakyatan. UMKM tumbuh dengan busana adat Bali. Padahal tujuan awalnya meningkatkan kebanggaan, kecintaan terhadap identitas busana Bali sebagai bagian daripada budaya. Ternyata dari sisi ekonomi memberi manfaat,” katanya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.