The news is by your side.

KKP Diminta Perbaiki Data Garam

0

Oleh: Bantolo  |

Balicitizen.com, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR-RI Panggah Susanto meminta Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) memperbaiki data ikan dan garam agar kekisruhan soal kebijakan impor garam tidak terus terjadi.

Berdasarkan data, pemerintah telah menetapkan kuota impor garam sebanyak 2,7 juta ton hingga akhir tahun 2019. Per Oktober 2019 impor garam industri sudah terealisasi sebanyak 2,2 juta ton.

“Perbaikan data menjadi poin penting guna mengmbil sebuah kebijakan impor garam. Data yang salah itu bisa mencelakkan semua pihak. Data garam selalu ribut bolak-balik. KKP menyebut produksi sekian atau ketersediaan stok. Itu harus dipastikan keberadaanya dimana?,” kata Panggah, Jumat (8/11)

Menurutnya, tidak bisa data disajikan secara umum. “Harus akurat. Apakah garam berada di tambak, gudang petani atau di pedagang. Ini harus dipastikan kalo tidak pihak industri tersandra dan akan terus menuai masalah karena tidak bisa memeuhi kebutuhan,” tandasnya.

Dia menambahkan, data ikan lebih susah lagi karena sangat sulit menghitung populasi ikan di laut. “Kalo tidak percaya hitung sendiri. Minimal kita harus mendekati akurat,” ujar Mantan Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian ini.

Dia berharap KKP di bawah kepemimpinan Edhy Prabowo dapat segera memperbaiki data garam dan ikan. “Saya yakin komunikasi Pak Edhy cukup baik, bisa menyelesaikan masalah perikanan,” pungkasnya. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.