The news is by your side.

Konstitusi Bukan Kitab Suci, Silakan Direvisi

0

Oleh: Ahmad ZR   |

Balicitizen.com, Jakarta – Pakar Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Siti Zuhro menuturkan, konstitusi adalah sumber dari segala sumber hukum. Namun, bukan kitab suci yang tidak dapat direvisi, diubah, atau diamendemen.

“Kita mencatat ada empat kali amendemen (konstitusi), karena ini bukan Alquran, jadi dapat di amendemen,” kata dia dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11).

Siti mempersilakan diamendemen, tetapi harus dipersiapkan secara serius. Usulan amendemen ini harus menyangkut isu-isu krusial saja.

“Jangan sampai perubahan ini membawa masalah dalam konstitusi kita karena ada pasal yang mengganti pasal lain. Tidak boleh ada dusta di antara kita,” ujarnya.

Dia mengatakan, payung hukum amendemen harus jelas. Termasuk naskah akademiknya harus membahas teks, konteks dan sisi empiriknya.

“Dari hal itu kita bisa mengevaluasi proses demokrasi yang saat ini sudah berjalan, dituliskan dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan dengan akal sehat,” tuturnya.

Hal ini penting agar pernyataan dan argumentasi amendemen tidak berbasis asumsi. “Oleh karena itu jangan berhenti pada asumsi, harus konkrit memberikan dampak positif dalam amendemen,” kata dia.

Terkait periodisasi Presiden-Wakil Presiden, Siti mewacanakan apakah satu periode lebih dari lima tahun atau setelah satu periode di jeda. Ini agar tidak ada nepotisme dan politik dinasti.

“Demokrasi harus memberikan kepastian dan keterukuran, bukan lu lagi lu lagi. Apalagi kita mengalami krisis kepemimpinan, sekarang milenial dimasukan tapi presiden maunya dipanjangin, gimana ini,” ujarnya. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.