The news is by your side.

Koster Inginkan PKB Bisa Jadi Ajang Rekonsiliasi Usai Pemilu

0

Oleh: Riki Z   |

Balicitizen.com, Denpasar – Gubernur Bali I Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali menginginkan agar Pesta Kesenian Bali (PKB) selain ajang berkesenian juga bisa dijadikan wadah pemersatu pascapemilu.

Menurutnya, PKB selain sebagai wahana pelestarian dan pengembangan seni-budaya Bali, serta sebagai media untuk menyebarluaskan pesan-pesan yang terkandung dalam Pergub dan Perda, Koster juga meniatkan PKB sebagai wahana rekonsiliasi nasional.

“Dinamika politik itu memang seringkali membelah kehidupan masyarakat, tetapi jangan lupa ada seni yang dapat menyatukan kita kembali,” ujarnya, kemarin di Art Center Denpasar.

“Melalui Pesta Kesenian Bali ini, mari kita tebarkan spirit kedamaian dan toleransi dalam kebhinnekaan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Berbagai inovasi yang dikonsep Koster tersebut membuat PKB tampil jauh lebih segar dan cerah, bak memiliki wajah baru.

Wajah baru ini tampak jelas pada malam kedua PKB. Lorong dan jalan di Taman Budaya tampak bersih dari sampah dan stand-stand pameran tertata dengan baik. Suara pindekan baling-baling bambu-implementasi nyata Bayu Pramana—saling bersahutan dengan alunan gamelan. Masyarakat pun bisa menikmati berbagai pementasan kesenian dengan lebih nyaman dan tenang.

Pada malam kedua itu, Koster memberikan sambutan pada pementasan dari Institut Seni dan Budaya (ISBI) Papua di Kalangan Ayodya.

Usai menguraikan tentang inovasi-inovasi yang dilakukannya, serta tekadnya untuk untuk mengalokasikan lebih banyak dana bagi pesta kesenian-pesta kesenian di tingkat kabupaten dan kota, Koster menegaskan betapa pentingnya seni-budaya.

“Tanpa kesenian dan kebudayaan, kami orang Bali tidak akan ada lagi,” paparnya. PKB akan digelar mulai Sabtu (15/6) hingga satu bulan kedepan. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.