The news is by your side.

KPK Gelar Pelatihan Antikorupsi untuk BUMN

0

Oleh: Rudi Hasa  |

Baliciitizen.com, Jakarta  – Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar pelatihan peningkatan kapabilitas untuk Satuan Pengawas Internal (SPI) dari 20 BUMN/D. Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut pelatihan tiga hari sejak Selasa (15/10) ini diikuti oleh 40 peserta dari 14 BUMN dan 6 anak perusahaannya.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada Pegawai SPI BUMN/D tentang tindak pidana korupsi dan kaitannya dengan operasional BUMN/D,” ujar Febri saat dikonfirmasi, Kamis (17/10).

Dalam pelatihan, KPK juga berKomitmen untuk membantu menciptakan BUMN bersih melalui SPI yang profesional dalam menjalankan peran dan tugasnya. Menurut Febri, KPK memandang peran SPI sangat strategis dalam pencegahan korupsi dengan menjalankan fungsi Early Warning System (EWS).

Pihaknya berharap SPI yang kompeten dapat mencegah penyimpangan di tubuh BUMN/D. Hal ini tidak terlepas dari besarnya aset yang dikelola oleh BUMN/D. Saat ini tercatat aset BUMN/D mencapai lebih dari Rp8.092 Triliun dengan kontribusi terhadap penerimaan APBN sebesar Rp422 triliun.

“Selain itu, KPK juga mencatat jumlah kasus korupsi yang melibatkan BUMN sampai dengan tahun 2019 sebanyak 73 kasus dari total 1.007 kasus yang ditangani KPK,” ujar dia.

Materi pelatihan diberikan oleh penyuluh internal KPK di antaranya tentang Dasar Hukum Tindak Pidana Korupsi, Pidana Korporasi, Ahli Pembangun Integritas, Konflik Kepentingan, Pengendalian Gratifikasi, Pelaporan Pengaduan dan Whistle Blower System, serta Panduan Cegah Korupsi.

Pelatihan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pusat Edukasi Antikorupsi dalam mendukung upaya pencegahan korupsi di sektor bisnis, khususnya BUMN/BUMD dan anak perusahaannya. Kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan pada 23-25 Oktober khusus untuk PT Pertamina dan 29-31 Oktober untuk BUMN lainnya.

Peserta pelatihan yakni PT Aero Wisata, PT PT Bank Mandiri (Persero), Tbk; PT Bank Syariah Mandiri; PT Jasa Marga (Persero), Tbk; PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero); PT Fintek Karya Nusantara; PT Bukit Asam, Tbk; PT Angkasa Pura II (Persero); Perusahaan Umum Perikanan Indonesia; PT Pupuk Indonesia Logistik; Perum PPD; PT Industri Telekomunikasi Indonesia; PT Industri Kereta Api (Persero); PT Semen Baturaja (Persero) Tbk; PT Primissima (Persero); PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero); PT Patra Jasa; PT Perkebunan Nusantara IV; PT Phapros, Tbk; dan PT Swabina Gatra. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.