The news is by your side.

KPK Panggil 2 Anggota Fraksi PDIP terkait Suap

0

Oleh: Rudi Hasan  |

Balicitizen.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota DPRD Jawa Barat, Waras Wasisto, dan anggota DPRD Bekasi, Soleman. Keduanya berasal dari Fraksi PDIP.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut mereka dihadirkan dengan kapasitas sebagai saksi. “Saksi untuk tersangka IWK (Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa),” kata Febri, Senin (9/9).

Selain dua wakil rakyat itu, KPK juga mengagendakan pemanggilan satu orang saksi lain dalam kasus serupa. Yang dipanggil yakni karyawan PT Lippo Cikarang di bagian perizinan, Satriyadi.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah nonaktif Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa resmi jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Iwa menjadi tersangka suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati menyebut Iwa ditahan selama 20 hari atau hingga 18 September 2019. “IWK ditahan di Rutan Guntur,” kata Yuyuk, di Jakarta, akhir Agustus lalu.

Iwa ditahan pascapemeriksaan dirinya sebagai tersangka. Yuyuk mengatakan Sekda nonaktif itu dicecar soal penerimaan uang selama menjabat. “KPK juga sedang mendalami informasi lain yang diterima dari masyarakat terkait yang bersangkutan selama menjadi sekda,” kata Yuyuk.

Dengan rompi tahanan KPK, Iwa tak banyak bicara usai keluar Gedung KPK. Dia hanya menjanjikan dirinya akan kooperatif. “Saya akan ikuti proses. Mengenai substansi silakan ke penasihat hukum,” kata Iwa.

Saat ini lembaga antirasuah telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus suap Meikarta, termasuk Iwa Karniwa dan Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto. Iwa diduga menerima suap Rp900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlailii pada Desember 2017.

Uang tersebut diduga untuk memuluskan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Sementara Bartholomeus Toto diseret karena diduga melakukan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Iwa Karniwa disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP

Sementara, Bartholomeus Toto disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.