The news is by your side.

Kubu Prabowo Sebut Ada Kecurangan di 400 Daerah, Ini Nama Daerahnya Termasuk Bali

0

Oleh: Ahmad Azhar  |

Balicitizen.com, Jakarta – Tim Teknologi Informasi (TI) Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi mengeluarkan data soal dugaan kecurangan Pemilu 2019. Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Bambang Widjojanto (BW) menyampaikan terjadi kecurangan di 400 kabupaten dan kota yang tersebar di 25 provinsi.

Bambang yang akrab dengan sapaan BW mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri mengatur secara khusus soal sistem informasi penghitungan suara melalui Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 dan PKPU Nomor 4 Tahun 2019. Salah satu Komisoner KPU menyatakan peserta pemilu bisa mengakses Formulir C1 autentik dari seluruh TPS dalam bentuk soft copy secara mudah sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

“Itu sebabnya data C1 yang berada di dalam Situng menjadi data yang bersifat mirroring dengan C1 yang digunakan untuk penghitungan berjenjang,” kata BW.

Selain itu, jelas BW, Bawaslu dalam salah satu putusannya menyatakan bahwa ‘keberadaan sistem informasi penghitungan suara memiliki urgensi bagi wewenang keterbukaan akses informasi publik dan dijalankan sebagai bentuk akuntabilitas terhadap publik. Hal tersebut ada di dalam Pasal 3 huruf f, Pasal 14 huruf b, c dan e UU Nomor 7 tahun 2017” (Putusan No.lmor 07/LP/PP/ADM/RA/00.00/V/2009 tanggal 14 Mei 2019).

Berdasakan hasil analisis TI dan TI forensik yang dilakukan atas sistem informasi hasil penghitungan suara KPU, kata BW, tim TI juga menemukan kecurangan berupa penggelembungan suara di 25 provinsi. Dugaan itu menyebar di beberapa provinsi di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Bali, Nusa Tenggara Timur. Itu terjadi di lebih dari 400 kabupaten/kota. “Jika dilihat dari besar jumlah suara, penggelembungan suara terbesar terjadi di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung,” kata dia.

Menurut BW, jika dilihat dari persentase suara penggelembungan pasangan 01 dibandingkan kehadiran maka penggelembungan terbesar terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat dan Jambi, Kalimantan Selatan dan Bengkulu. Untuk Jawa Tengah, penggelembungan suara pasangan 01 terbesar di Rembang, Kota Pekalongan, Batang, Pekalongan, Kudus, Kendal, Purbalingga, Demak, Wonosobo, Blora, dan Jepara.

Sedangkan untuk Jawa Timur, penggelembungan terbesar terjadi Trenggalek, Tuban, Mojokerto, Jombang, Gresik, Kota Pasuruan, Pasuruan, Kota Probolinggo, Nganjuk dan Probolinggo. Di Jawa Barat, penggelembungan terbesar terjadi di Kota Cirebon, Cirebon, Indramayu, Sukabumi, Purwakarta, Karawang, Majalengka, Bekasi, Bogor, Subang, dan Kuningan. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.