The news is by your side.

Luh Kristianti Divonis 7 Tahun dan Denda Rp5 Miliar dalam Kasus Korupsi LPD

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Hakim memutus bersalah Ni Luh Rai Kristianti dalam kasus korupsi uang LPD desa Adat Kapal, Badung. Perempuan ini divonis hakim selama 7 tahun penjara dan denda  Rp5 miliar.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagamana dalam dakwaan subsidair ke-I penuntut umum,” tegas Hakim Engeliky saat membacakan amar putusannya. 

Terdakwa terlibat dalam kasus korupsi uang LPD Rp15 miliar.

Atas perbuatannya itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp500 juta rupiah subsidair 4 bulan penjara. Vonis ini juga sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Agung Wishnu.

Terdakwa juga harus membayar uang penganti sebesar Rp5.020.102.760 dengan tempo 1 bulan sesudah putusan ini dinyatakan berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak mampu membayar maka harta benda milik terdakwa disita dan dilelang sebagai pengati uang negara, apabila harta benda tidak cukup maka diganti 3 tahun dan 6 bulan penjara. 

Selain terdakwa, ada juga empat terdakwa lainnya, majelis hakim diketuai Esthar Oktavi menjatuhkan pidana penjara yang bervarisi kepada keempat enak-emak asal Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. 

Ni Kadek Ratna Ningsih (37), divonis 5 tahun penjara.

Ni Wayan Suwardiani (36), divonis 2 tahun dan empat 4 bulan penjara,  Ni Nyoman Sudiasih (36), divonis 3 penjara tahun penjara.

Ni Made Ayu Arsianti (42) divonis 1 tahun penjara.

Kelima emak-emak mantan kolektor LPD Desa Adat Kapal, Badung dinyakini telah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.