The news is by your side.

Mabes Polri Limpahkan Kasus 5.977 Butir Ekstasi ke Kejari Denpasar

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Mabes Polri melimpahkan kasus kepemilikan ribuan pil ekstasi yang menjerat dua tersangka asal Bali. Kasus ini adalah pengembangan pengiriman ekstasi dari luar Bali ke Pulau Dewata ini.

Kasus ini bermula dari petugas menemukan sebuah kotak paket JNE di ruang X-Ray kargo Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Rabu (23/10/2019) sekitar pukul 15.30 WIB.

Di dalam kotak berwarna coklat tersebut ditemukan tiga kantong plastik masing-masing berisi ekstasi yang jumlah totalnya mencapai 5.977 butir.

Aparat kepolisian dari Subdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri kemudian melakukan control delivery (penyerahan dibawah pengawasan) ke Provinsi Bali.

Salah satu tersangka yakni I Gede Komang Darma Astika ditangkap usai mengambil paket di areal parkir kantor JNE, Jalan Danau Poso, nomor 1A, Denpasar, Kamis (24/10/2019) sekitar pukul 22.25 WITA.

Nah dari hasil pengembangan, I Nyoman Nata juga ditangkap saat berada di Jalan Rajawali nomor 14, Desa Dauh Peken, Tabanan, Jumat (25/10/2019) sekitar pukul 22.25 WITA.

Hingga akhirnya kasus ini ditangani Mabes Polri dan dilimpahkan ke Kejari Denpasar.

Dua pelaku yang diduga terlibat adalah I Gede Komang Darma Astika (34) dan I Nyoman Nata (33). Keduanya terjerat kasus narkotika dengan barang bukti 5.977 butir ekstasi.

Berkas acara pemeriksaan telah dinyatakan lengkap oleh Subdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, karenya berikut kedua tersangka turut dilimpahkan.

“Kini dua tersangka narkotika limpahan Mabes Polri, dititipkan di Lapas Kerobokan,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta, Kamis (27/2).

Eka menerangkan, setelah proses pelimpahan selesai, keduanya langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan untuk menjalani masa penahan jaksa selama 20 hari. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.