The news is by your side.

Main PUBG Dilarang di Aceh, DPRD Kaji Aturannya

0

Oleh: M Fadhil   |

Balicitizen.com, Aceh – Menyusul keluarnya fatwa haram bermain PUBG oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, kini Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) masih melakukan pengkajian mengenai hukuman terhadap pemain game ini.

“Kita belum ada rencana buat qanun, ini baru tahap sosialisasi,” kata Anggota DPR Aceh, Asrizal Asnawi dalam konferensi pers bersama AMPF Ulama Aceh di Banda Aceh, Sabtu (22/6).

Dia menjelaskan, pelanggar fatwa tersebut tak bisa langsung dicambuk kalau tak ada produk hukum seperti qanun. “Nanti fatwa haram itu akan dikaji apakah masuk ke Qanun Jinayah atau sejenisnya, ini perlu kajian khusus,” katanya.

Dalam kesempatan itu, politisi PAN ini juga mengimbau kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung fatwa haram PUBG. Dukungan tersebut bisa bermacam-macam, salah satunya yaitu sosialisasi.

“Ini masih imbauan dan berharap ini sampai ke masyarakat, kita harap pemerintah kabupaten/kota ikut berperan, paling tidak melalui selebaran spanduk,” jelas Asrizal.

Terkait fatwa haram PUBG, Asrizal meminta kepada masyarakat dan semua pihak tidak menganggap itu sebagai sebuah pencitraan MPU.

“Saya lihat imbauan itu benar, saya tidak melihat bahwa itu politisasi,” pungkasnya. Ari/Aza/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.