The news is by your side.

Masih Ada Ruang Aktivitas Tambang Pasir, Walhi Minta Kawal Pembahasan RZWP3K

0

Oleh: Rosid  |

Balicitizen.com, Denpasar – Hingga kini, Bali masih melakukan pembahasan dokumen RZWP3k (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil). Pembahasan terlahir dilakukan di Ruang Rapat Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali.

Pada pembahasan tersebut, masih saja dialokasikan ruang untuk reklamasi Pelindo, reklamasi perluasan bandara Ngurah Rai, dan tambang pasir laut. Ditakutkan jika tak dicabut, proyek-proyek tersebut akan mendapatkan izin nantinya dan mengancam pesisir laut.

Dalam pertemuan tersebut, WALHI Bali menegaskan kembali penolakannya terhadap alokasi ruang untuk tambang pasir laut di pesisir, reklamasi untuk perluasan Bandara Ngurah Rai dan reklamasi untuk perluasan Pelabuhan Benoa. WALHI Bali meminta agar Ketua Pokja RZWP3K tetap mengawal Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim.

“Alokasi ruang untuk reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai, reklamasi perluasan Pelabuhan Benoa, serta alokasi ruang untuk tambang pasir laut adalah salah satu indikator untuk menerbitkan perizinan reklamasi dan tambang pasir laut,” kata Direktur Eksekutif Walhi Bali, I Made Juli Untung Pratama, Jumat (12/7).

Kasubdit Zonasi Daerah Perencanaan Ruang Laut Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Krisna Samudra menegaskan bahwa dokumen yang dibahas adalah dokumen perencanaan, bukan pelaksanaan.

“Tolong bedakan antara perencanaan dan pelaksanaan. Ibarat akan membangun sebuah rumah, kita harus menyusun perencanaan sebaik mungkin, tak ada proyek,” ujarnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.