The news is by your side.

Mendahului PDI-P, PSI Putuskan Dukung Jaya Negara

0

Oleh: Ari   |

Balicitizen.com, Denpasar – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Denpasar menyatakan dukungan kepada I Gusti Ngurah Jaya Negara sebagai calon Walikota pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Denpasar tahun 2020. Dukungan secara resmi akan dikeluarkan oleh DPP PSI setelah Jaya Negara mengantongi rekomendasi dari partainya, PDI-P.

Untuk diketahui, dukungan PSI Denpasar ini mendahului PDI-P yang hingga saat ini belum mengeluarkan rekomendasi paket calon Pilwali Denpasar. Nama Jaya Negara memang menjadi kandidat kuat yang akan diusung PDI-P sebagai calon Walikota Denpasar.

Pengurus DPD PSI Kota Denpasar dan DPW PSI Provinsi Bali menemui Jaya Negara dan pengurus inti DPC PDI-P Kota Denpasar di sebuah restoran di kawasan Renon, Senin (3/2), untuk menyatakan dukungannya kepada Jaya Negara sebagai calon Walikota Denpasar.

PSI Denpasar sebelumnya membuka penjaringan bakal calon Walikota Denpasar. Dalam proses seleksi selanjutnya, PSI menjatuhkan dukungannya kepada Jaya Negara setelah melewati proses pembahasan di internal partai, dan berdasarkan hasil survey.

“Posisi PSI di Pilwali Denpasar, hari ini (kemarin) kita sudah bertemu dengan pihak Jaya Negara, dari pengurus PDI-P juga. Intinya bahwa proses internal sudah kita lakukan di PSI. Survey internal juga sudah kita lakukan. Di kader, di pengurus itu sudah kita lakukan. Mekanisme internal sudah kita lakukan. Dan di rapat tanggal 27 Januari kemarin kami sudah putuskan di Pilwali 2020 PSI akan mendukung Pak Jaya Negara sebagai Walikota Denpasar 2020-2025,” kata ketua DPD PSI Kota Denpasar Eka Wijaya Patriana usai bertemu Jaya Negara dan Pengurus DPC PDI-P Kota Denpasar.

Dalam pertemuan itu, selain Eka Wijaya, dari PSI juga hadir Ketua DPW PSI Provinsi Bali I Nengah Yasa Adi Susanto, dua kader PSI yang duduk di kursi DPRD Kota Denpasar Agus Wirajaya dan Emiliana Sri Wahjuni,
serta srikandi PSI di DPRD Bali Dapil Denpasar Grace Anastasia Surya Widjaja. Adapun dari PDI-P, selain Jaya Negara hadir Ketua DPC PDI-P Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede yang juga ketua DPRD Kota Denpasar dan Sekretaris DPC PDIP Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, yang juga Ketua Fraksi DPRD Kota Denpasar, dan Bendahara DPC PDI-P Kota Denpasar I Ketut Suteja Kumara, yang juga ketua Komisi DPRD Kota Denpasar. Ngurah Gede dan Kadek Agus ini menjadi dua nama yang disebut-sebut bersaing ketat mendampingi Jaya Negara pada Pilwali Denpasar nanti.

Eka Wijaya mengatakan, proses selanjutnya adalah menunggu rekomendasi DPP PSI, yang akan dikeluarkan setelah Jaya Negara mendapat rekomendasi dari PDI-P. PSI denpasar sudah merekomendasikan Jaya Negara kepada DPP PSI. “Sejauh ini pembicaraan sudah kita lakukan dengan pihak pak Jaya Negara dan PDI-P sendiri, tinggal nanti proses berikutnya adalah administrasi yang mungkin akan dilalui seperti apa, dari DPP (PSI) juga akan keluarkan rekomendasi secara resmi. Jadi sikap PSI Denpasar untuk Pilwali 2020 sudah jelas, kami mendukung pak Jaya Negara untuk menjadi Walikota 2020,” tegasnya.

Dalam pertemuan dengan Jaya Negara itu, pihaknya sengaja melibatkan kader PSI yang duduk di kursi DPRD Kota Denpasar dan DPRD Provinsi Bali dari Dapil Denpasar, untuk menunjukkan kepada Jaya Negara bahwa kader PSI di legislatif juga solid mendukung Jaya Negara.

“Kami juga mengundang anggota Dewan dari DRPD Kota Denpasar dan Provinsi Bali yang khususnya Dapil Denpasar untuk bertemu Jaya Negara, untuk menunjukan bahwa anggota-anggota Dewan kami pun dalam posisi yang sama untuk mendukung keputusan internal DPW PSI Denpasar mendukung Jaya Negara sebagai calon Walikota,” ujar Eka Wijaya.

Ia melanjutkan, walaupun PSI hanya memiliki dua kursi di DPRD Kota Denpasar, namun suara PSI tetap diperhitungkan dalam kontestasi Pilwali Denpasar. Sebab, perolehan suara PSI untuk DPRD Bali dari Dapil Denpasar tembus posisi tiga besar, di bawah PDI-P dan Golkar.

“Walaupun di Denpasar kami hanya mempunyai dua kursi, namun di Pilwali menurut kami yang diperhitungkan juga suara Sis Grace sebagai anggota Dewan Provinsi dari Dapil Denpasar yang juga mewakili Dapil Denpasar Timur dan Denpasar Barat, yang kalau melihat data hasil pileg kemarin suara PSI dari Dapil Denpasar itu adalah nomor tiga di bawah PDI-P dan Golkar. Jadi untuk Denpasar suara kami cukup diperhitungkan, walaupun mungkin di daerah lain tidak. Itulah modal kami untuk mendukung pak Jayanegara di Pilwali 2020,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam pertemuan itu pihaknya tak menitipkan nama Ngurah Gede atau Kadek Agus sebagai calon wakil walikota mendampingi Jaya Negara.

“Terkait dua nama itu kami belum bicara sampai saat ini karena itu masih kajian. Penjelasan pihak PDI-P itu masih jadi pembicaraan di internal mereka. Kita serahkan ke mekanisme internal PDI-P, tapi kalau nanti rekomendasi keluar kita akan lakukan pembicaraan lagi dengan PDI-P. Untuk calonnya kita serahkan kepada mekanisme internal PDIP,” jelas Eka Wijaya.

Sesuai DNA PSI

Ketua DPW PSI Provinsi Bali I Nengah Yasa Adi Susanto menambahkan, dukungan kepada Jaya Negara sudah sesuai dengan aspirasi kader dari bawah.

“Kita mengadakan pertemuan beberapa hari lalu untuk menggali atau menyerap aspirasi kader kita baik yang ada di ranting , DPC, DPD maupun DPW. Sebagian besar memang, saya boleh katakan lebih dari 95 persen menuju 99 persen mendukung figur bapak I Gusti Ngurah Jayanegara untuk menjadi Calon Walikota di Pilwali Denpasar di tahun 2020 ini,” kata Adi.

PSI memiliki sejumlah pertimbangan mendukung Jaya Negara, salah satunya karena Sekretaris DPD PDI-P Perjuangan Provinsi Bali ini memiliki DNA PSI, yakni antikorupsi dan anti-intoleransi.

“PSI menggali masukan, pendapat atau aspirasi dari bawah, kita sampaikan dan kita sudah buatkan berita acaranya, kita sudah kirim ke DPP. Selanjutnya tentu DPP akan mempertimbangkan. Yang penting dari kami memang solid untuk mendukung, dan saya yakin DPP juga akan mengamini apa yang menjadi aspirasi dari bawah sepanjang sesuai dengan DNA PSI,” katanya.

“Saya rasa figur Jaya Negara sangat bagus, sesuai dengan DNA yang kami yang kami lakukan selama ini, tidak ada yang bertentangan sehingga wajar kita dukung,” lanjut Adi.

Jaya Negara sendiri, kata dia, masih menunggu proses dan mekanisme internal di partainya. “Intinya kami solid mendukung beliau, tapi semua keputusan ada di DPP. DPP-lah yang akan memutuskan apakah rekomendasi akan diberikan oleh DPD untuk Jaya Negara atau tidak, karena dari PDI-P pun belum mengeluarkan rekomendasi,” pungkas Adi. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.