The news is by your side.

Mengenal Motif Batik Kesukaan Ibu Tien Soeharto

0

Oleh: Anisa Tri K  |

Balicitizen.com, Jakarta – Lahir dengan nama Siti Hartinah, wanita yang lebih dikenal dengan sapaan Ibu Tien Soeharto merupakan anak kedua pasangan KPH Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo. Ia merupakan canggah Mangkunagara III dari garis ibu. Dalam istilah Jawa, canggah adalah keturunan keempat. Mulai dari putro (putra), cucu (putu), buyut, dan canggah. Menikah dengan Soeharto pada tanggal 26 Desember 1947 di Surakarta, Tien kemudian dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia tak lama setelah meninggal.

Dalam rangka hari batik nasional, sosok Ibu Tien kembali diingat sebagai wanita Indonesia yang sangat mengagumi batik. Dalam setiap acara kenegaraan, beliau tidak pernah meninggalkan ciri khas busana nasional ini. Dari sekian banyak motif batik, berikut beberapa motif batik favorit ibu Tien yang dirangkum dari berbagai sumber.

• Motif Batik Parang Curigo Kesit 

Motif batik parang memiliki banyak makna filosofis, salah satunya adalah tentang ketenangan dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup. Filosofis ini mengingatkan kita pada kepribadian sang ibu negara yang penuh dengan kelembutan dan kebijaksanaan.

• Motif Batik Sekar Jagad  

Semasa hidupnya, Ibu Tien juga pernah mempopulerkan motif batik sekar jagad, yang merupakan motif batik milik Mangkunegaran. Menurut beberapa sumber, jika beliau tengah bepergian mendampingi Presiden Soeharto, termasuk ke luar negeri, Ibu Tien sering memakai batik bermotif sekar jagad.Kesenangan Ibu Tien terhadap motif ini bukanlah tanpa alasan. Dari segi filosofis, motif batik sekar jagad juga punya makna yang luhur. Motif ini mengandung makna kecantikan dengan berbagai corak yang beraneka ragam. Ibu Tien yang merupakan canggah dari Mangkunegoro III ini ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah negara dengan budaya yang beraneka ragam.

Di kalangan kerabat Pura Mangkunegaran, Ibu Tien memang terkenal sebagai sosok yang punya andil besar terhadap kemajuan Mangkunegaran. Hal itu juga yang membuatnya memperoleh gelar kebangsawanan dari Mangkunegoro VIII, yaitu Kanjeng Bendara Raden Ayu Siti Hartinah. Gelar tersebut merupakan gelar kebangsawanan tertinggi untuk wanita di lingkungan Pura Mangkunegaran.

Sebagai seorang ibu negara, tentunya dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengatur kehidupan rumah tangganya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dan semua motif batik yang dikenakan oleh Ibu Tien Soeharto, mengandung makna filosofis tersebut, dimana kehadiran beliau kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menjadi panutan hingga saat ini. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.