The news is by your side.

Money Changer Ilegal Tersebar di Jakarta, Bali, Aceh, hingga Kalimantan.

0

Oleh: Rosid   |

Balicitizen.com, Denpasar – Bali yang merupakan destinasi pariwisata kelas dunia menjadikannya banyak dikunjungi wisatawan asing. Keadaan tersebut, tentu membuat banyak perusahaan money changer atau penukaran uang bermunculan. 

Masalahnya, money changer rentan dimanfatkan untuk kegiatan ilegal, bahkan bisa terjebak dalam tindak kriminal. Misalnya, praktik pencucian uang atau pidana keuangan lainnya. Untuk itu, masyarakat harus benar-benar berhati-hati memilihnya. 

Selain itu, pengusaha money changer juga harus aktif melaporkan ke Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan (PPATK) jik ada yang mencurigakan.

“Karena itu, syarat terpenting pedagang valuta asing adalah larangan menggunakan rekening pribadi ataupun karyawannya,” kata Ketua Asosiasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Bali, Hj Ayu Astuti Dhama di Denpasar, Kamis (4/4).

Atu mengatakan, setiap perusahaan money changer harus mengetahui pengguna jasanya. Menurutnya, saat ini banyak money changer ilegal yang tersebar di Jakarta, Bali, Aceh, dan Kalimantan.

“Kenali costumer yang akan bertransaksi. Kita antisipasi saat ini, money changer ilegal yang ada di Jakarta, Bali, Aceh, Kalimantan, banyak melakukan usaha jual beli valas, tapi tidak memiliki izin,” katanya.

Sesuai dengan peraturan BI, money changer yang berizin dilarang bertransaksi dengan money changer yang ilegal. Meskipun jumlah money changer banyak bertebaran di seluruh Indonesia, tetapi masih banyak perusahaan penukaran valuta asing ini tak berizin alias ilegal.

Data dari APVA Bali, saat ini tercatat  jumlah penyelenggara KUPVA BB, di wilayah Provinsi Bali yang mencapai 121 penyelenggara dengan jumlah kantor cabang sebanyak 511. Secara total terdapat 632 kantor penyelenggara KUPVA BB berizin yang melakukan kegiatan usaha penukaran uang di wilayah Provinsi Bali. 

Ayu mengungkap, saat ini masih banyak money changer yang melakukan transaksi dengan menggunakan rekening pribadi atau karyawannya. Bukan menggunakan rekening perusahaan. 

“Hal itu yang harus dihindari. Nah jika menemukan hal seperti itu segera laporkan, karena cara yang demikian merupakan tindakan kriminal yang sangat fatal,” jelasnya.

Selain itu, keberadaan Money Changer Ilegal yang melakukan praktik kotor di wilayah Bali, dapat merusak citra Pulau Bali sebagai destinasi wisata dari wisatawan mancanegara. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.