The news is by your side.

Nama Anak Mantan Gubernur Bali Disebut Dalam Sidang Kasus Reklamasi

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Perkara dugaan penipuan senilai Rp16 miliar dalam kasus proyek pembangunan di Pelabuhan Benoa bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Dalam sidang ini nama anak mantan Gubernur Bali Pastika yang berinisial SD disebut-sebut dalam perkara tersebut.

Sidang dengan terdakwa mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra, berlangsung cukup alot.

Sidang menghadirkan saksi korban, Sutrisno Lukito Disastro. Selain korban, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Raka Arimbawa juga menghadirkan dua saksi lain yakni Made Jayantara dan Wayan Chandra Wijaya.

Dalam penyelidikan di kepolisian nama dua orang ini disebutkan oleh terdakwa sebagai pihak yang juga turut menerima aliran uang.

Korban bercerita awal kenal dengan Alit yang dikenalkan oleh saksi Candra. Korban selaku developer saat itu berencana melakukan reklamasi di Pelabuhan Benoa dengan luasan 400 hektare.

Akhir 2011, mereka berempat bertemu di rumah Jayantara untuk membahas urusan segala ijin. “Pak alit bilang orang kepercayaan (mantan) Gubernur (Made Mangku Pastika), katanya sebagai anak angkat. Pak Alit mengatakan bisa tuntaskan segala ijin baik dari pemerintahan, DPRD tingkat 1 dan 2, sampai ke tingkat desa adat,” ungkapnya.

Saksi menyebut jika terdakwa menjanjikan waktu enam bulan untuk beresnya ijin tersebut. Bahkan untuk segala urusan hingga tuntas dimintai uang Rp 30 miliar termasuk biaya operasional.

Hingga enam bulan sebagai yang dijanjikan Alit berakhir, ijin yang diharapkan tak kunjung keluar. Tahun 2016, saksi Jayantra kembalikan uang Rp 2,5 miliar kepada korban.

Terdakwa Alit menyebut jika dalam kesaksian saksi korban dengan Jayantara ada yang ditutupi. Termasuk mengenai pembuatan draf mengenai pengurusan ijin yang dibuat Jayantara.

“Draf itu sudah dibuat sebelum Jayantara kami bertemu. Dalam draf nama yang terpakai Sandoz, tapi karena sebagai anak gubernur, Jayantara pakai nama saya. Saya sebetulnya sudah tidak mau, saya baru teken tiga bulan berikutnya karena lama berpikir,” katanya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.