The news is by your side.

Natalius Pigai: Tempo, Kau Silakan Kritik Tapi Jangan Hina Fisik

0

Oleh: Azhar ZR  |

Balicitizen.com, Jakarta – Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai turut mengkritik covermajalah Tempo yang kembali memunculkan gambar presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan gambar yang tak elok. Pigai mengingatkan bahwa mengkritiik harus didasarkan pada kebijakan, bukan penampilan performa.

“Tempo, kau silakan kritik tapi jangan menghina fisik. Karena disitu ada unsur benci, dengki, dendam, dan tidak beretika,” kata Pigai melalui akun resminya, Rabu (9/10).

Seperti dirinya sebagai aktivis kemanusiaan yang lantang dalam membela hak asasi manusia, Pigai menyatakan, jutaan orang boleh mengeritik. Namun ketika wajah dia disamakan dengan Gorila, ia justru marah.”Itulah yang dirasakan Jokowi hari ini. Saya langsung maafkan, beliau hanya diam karena Presiden,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto kembali menyampaikan kritik atas gambar sampul majalah Tempo yang menampilkan Presiden Joko Widodo tengah mengundi dengan kancing baju. Gambar pada sampul majalah mingguan itu dianggap Hasto tak etis.

“Tampilan karikatur majalah Tempo terhadap Presiden Jokowi dalam beberapa edisi terakhir sangat disesalkan,” kata Hasto di Jakarta, Selasa, kemarin.

Menurut dia, PDIP sangat menghormati kritik sebagai esensi penting dalam demokrasi. Namun etika jurnalistik tetap harus dikedepankan. Hasto menganggap demokrasi memerlukan estetika, perlu pemahaman terhadap kebudayaan bangsa.

Hasto menuduh gambar sampul yang ditampilkan Tempo tidak lagi menampilkan pesan jurnalistik, pesan yang mencerdaskan dan membangun peradaban. Hasto menduga Tempo menampakkan kepentingan tertentu yang disertai framing kepada pembaca. Hal ini bagi dia sudah tak dapat diterima.

Menurut dia, pihaknya menerima kritik yang begitu tajam terhadap PDIP sebagai bagian dari kritik dibalas otokritik. Namun ketika Presiden Republik Indonesia dibuat karikatur tersebut, dia sangat menyesalkan.“Karikatur Presiden Jokowi tersebut cermin kemunduran kualitas jurnalistik karena minus kebajikan,” kata dia. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.