The news is by your side.

Ngopi dan Jalan-jalan ke Kintamani Bali, Warga Wajib Bawa Suket Rapid Test Non Reaktif

0

Oleh: Ari   |

Balicitizen.com, Denpasar – Kunjungan warga menuju wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, terus membeludak meski obyek wisata masih tutup akibat wabah Covid-19. Para warga yang sebagian besar berasal dari luar Bangli ini mengunjungi cafe, restoran, dan tempat-tempat terbuka hijau di kawasan Kintamani.

Melihat hal itu, Pemerintah Kabupaten Bangli mengambil kebijakan mewajibkan pengunjung ke Kintamani menunjukkan Surat Keterangan (Suket) hasil rapid test non reaktif. Hal ini untuk membatasi kedatangan warga dalam jumlah besar ke Kintamani. Hal ini agar wilayah Kintamani tak menjadi daerah yang rawan menjadi tempat penularan Covid-19.

“Benar, semua pengunjung wajib (bawa Suket rapid test non reaktif),” kata Juru Bicara Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, Wayan Dirgayusa, Minggu (28/6).

Aturan ini berlaku sejak Rabu (24/6). Kemudian pos pengawasan akan dilakukan di pintu masuk kawasa Pariwisata Geopark, Kintamani.

Ketentuan ini berlaku hingga 9 Juli 2020. Karena, saat itu Pemprov Bali sudah mulai membuka tempat-tempat wisata untuk warga lokal.

Ia mengatakan pengunjung yang datang rata-rata dari luar wilayah Kabupaten Bangli. Mereka nongkrong di kafe maupun restoran dengan latar pemandangan alam.

“Harapannya, dari Pemda mengendalikan jumlah pengunjung setelah itu menseleksi jumlah pengunjung yang datang ke Kintamani dan benar-benar bebas dari indikasi Covid-19. Kalau bawa suket iya boleh. Kalau tidak bawa dipulangkan,” katanya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.