The news is by your side.

Ngurah Agung Siap Jadi Tandem Jaya Negara Lawan Kotak Kosong

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Penjaringan calon walikota/wakil Walikota Denpasar oleh Partai Golkar kini sedang memasuki tahap survey. Hasil survey sangat memengaruhi keputusan partai Golkar dalam memutuskan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Denpasar. Ada dua orang yang ikut penjaringan calon Walikota Denpasar di partai Golkar, yang saat ini sedang disurvey, yakni Anak Agung Ngurah Agung dan Anak Agung Ngurah Manik Danendra (AMD). Nama pertama adalah kader senior Golkar, menjabat Wakil Ketua Bidang Pariwisata DPD I Golkar Bali. Adapun AMD bukan kader partai politik.

Anak Agung Ngurah Agung menyatakan siap bertarung di Pemilihan Walikota (Pilwali) Denpasar yang dilaksanakan pada September mendatang. Kesiapan Ngurah Agung tidak hanya sebagai Calon Walikota. Jika Partai Golkar menugaskannya sebagai calon Wakil Walikota, ia juga siap melaksanakannya.
Baginya, posisi tersebut tidak menjadi persoalan, yang terpenting siap mengabdi dan membangun Kota Denpasar agar lebih baik dan maju. Ia juga menegaskan siap berduet dengan AMD, baik sebagai calon Walikota maupun Wakil Walikota. “Tergantung keputusan partai. Saya siap melaksanakan keputusan partai,” tegas Ngurah Agung di Denpasar, Selasa (11/2)

Pelingsir Puri Gerenceng Denpasar mengatakan, jika dirinya direkomendasikan sebagai calon Walikota, dan AMD menolak untuk berduet dengan, itu tak jadi soal. Ia mengaku sudah ada tokoh yang siap menjadi tandemnya sebagai calon Wakil Walikota. Ia memastikan tokoh tersebut bukan kader partai politik. “Cadangan wakil banyak yang mau bergabung sama kita,” kata Ngurah Agung.

Kendati Golkar sedang melakukan penjaringan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, bukan tidak mungkin Golkar pada akhirnya akan merapat ke PDI-P, yang kemungkinan besar akan mengusung IGN Jaya Negara, yang sekarang menjabat Wakil Walikota Denpasar. Skenario itu, kata Ngurah Agung, bisa terjadi jika kalkulasi politik tidak mendukung Golkar untuk mengusung pasangan calon.

Ketua Persaudaraan Hindu-Muslim Provinsi Bali ini mengaku siap berduet dengan Jaya Negara jika Golkar pada akhirnya merapat ke PDI-P. Kerja politik akan lebih mudah. “Cost politik lebih kecil daripada melawan petahana,” ujar Ngurah Agung. Tapi ia menegaskan, menghargai proses yang sedang berlangsung di Golkar. “Kita ikuti proses yang sedang berjalan di Golkar sekarang. Jika nanti merapat ke PDI-P, saya juga siap,” tegasnya.

Jika Golkar merapat ke PDI-P, Jaya Negara bisa saja melawan kotak kosong. Partai-partai yang mempunya kursi di DPRD kota Denpasar hampir semuanya berpeluang merapat ke PDI-P. Sejauh ini hanya Golkar dan Demokrat yang belum ada tanda-tanda merapat ke PDI-P. Jika hanya Demokrat yang tak merapat ke PDI-P, maka terjadi tarung lawan kotak Kosong, karena Demokrat tak bisa mengusung sendiri pasangan calon.
“Tidak masalah melawan kotak kosong,” ujarnya.

Sebelumnya, sesepuh partai Golkar Ida Cokorda Pemecutan mendorong Golkar untuk merapat ke Jaya Negara. Ia beralasan, untuk saat ini Jaya Negara adalah kandidat terkuat yang akan memenangkan Pilwali Denpasar. Pilihan terbaik Golkar pada Pilwali tahun ini, kata penglingsir Puri Pemecutan ini adalah merapat ke Jaya Negara.

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.