The news is by your side.

Ojol Minta Payung Hukum, Emangnya Angkutan Umum Legal?

1

Oleh: Suandri Ansah  |

Balicitizen.com, Jakarta – Sejumlah asosiasi dan serikat driver ojek online (Ojol) mengadu ke DPR RI agar memberikan kepastian hukum mengenai keberadaan ojol sebagai moda angkutan umum. Selama ini, mereka merasa tertekan akibat kebijakan aplikator atau perusahaan platform ojek online.

Sekjen Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Ari di hadapan Komisi V memaparkan, selama ini hubungan kemitraan pengemudi dengan perusahaan dirasa belum jelas. Tak ada ikatan kontrak terkait hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Hal itulah, menurutnya, membuat perusahaan aplikator bisa bertindak semena-mena. Seperti menentukan tarif yang terus berubah-ubah, besaran bonus, ketercapaian target hingga potongan pajak.

“Kita tak tahu aturan apa yang sudah berjalan selama enam tahun ini. Sementara pada saat driver kecelakaan aplikator tak perhatikan lagi,” ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (21/1).

Senada, perwakilan Komunitas Grab Palu, Bahri M meminta DPR perlu menegaskan aturan yang bisa melegalkan ojek online. Sebab, lanjutnya, selama ini keberadaan ojol selalu dipandang sebelah mata oleh perusahaan, pada sisi lain tenaga pengemudi juga terus digenjot.

“Kita driver roda dua hidup di jalan banyak masalah kita dapati. Pengalaman selalu dibenturkan berbagi macam masalah, tapi ketika di bawa hukum tak diproses karena tak terdaftar di daerah,” kata Bahri.

Menanggapi, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan, legalitas ojol agak sulit dilakukan. Mengingat mereka adalah kendaraan roda dua yang tidak diperuntukkan sebagai angkutan umum.

“Memang kesulitan kita yang utama, kalau roda empat ke atas itu sudah ada aturannya standar keselamatan dan seterusnya,” kata dia.

Sementara, menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan bahwa roda dua bukan angkutan umum. Karenanya, dengan masukan dari pengemudi ojol, DPR akan membawa pembahasan ini dalam revisi undang-undang tersebut.

“Saya tadi baru selesai dari Baleg, sebentar lagi Bamus akan mengagendakan Paripurna atau mungkin besok salah satu isinya pembahasan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 akan kita revisi,” imbuh Lasarus. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait
1 Comment
  1. sukiyaki says

    Game dengan kemenangan tiada batas,
    Game dengan penghasilan terbesar,
    Game dengan sensasi yang luar biasa,
    Kekayaan menanti anda…..
    Daftarkan diri anda dan bergabunglah,
    Hanya di dupa88,net

Leave A Reply

Your email address will not be published.