The news is by your side.

Pakar UGM Sebut Listrik Jawa-Bali Rawan, Sistem Distribusi Harus Diubah

0

Oleh: Julain Perdana  |

Balicitizen.com, Yogyakarta – Sejumlah sektor krusial seperti ekonomi dan transportasi massal terganggu akibat padamnya listrik di DKI Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Pakar Energi Terbarukan dari Fakultas Teknik UGM, Ahmad Agus Setiawan, mengatakan, sudah saatnya PLN mengubah sistem distribusi listrik. Selama ini, sistem pembangkit listrik yang dibangun interkoneksi dari Jawa hingga Bali.

Sistem ini cukup rawan karena salah satu saja mengalami gangguan akan berpengaruh ke seluruh sistem. Menurutnya, lebih baik jika sistem pembangkit listrik diubah menjadi pembangkit listrik tersebar atau distributed power plant.

Dengan sistem ini pembangkit listrik akan disebarkan secara merata dan dapat beroprerasi secara mandiri. Sistem ini akan melayani area dengan cakupan yang lebih kecil.

“Intinya seperti otonomi daerah kalau di model pemerintahan, namun masih dikelola oleh PLN,” katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pemerintah perlu untuk memperkuat sistem distribusi pembangkit tersebar dengan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal ini dapat dilakukan dengan mengeluarkan regulasi tentang keleluasaan sehingga konsumen juga bisa menjadi produsen listrik. Hal ini dilakukan agar ketergantungan terhadap listrik dari PLN dapat dikurangi.

“Seperti memanfaatkan tenaga surya atap sehingga bila terjadi gangguan konsumen bisa disconnect dengan sistem besar PLN, sementara sistem kecilnya secara autonomous bisa menghasilkan listrik untuk kebutuhan sendiri,” ujarnya.

PLN memang masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai pembangkit listrik yang dianggap praktis. Namun, sesuai target bauran energi terbarukan 23 persen pada tahun 2025, PLN seharusnya menyesuaikan potensi sumber energi yang ada di lokasi. Misalnya, energi matahari, angin, air, biomassa dan sebagainya. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.